Waspada Makanan Lezat saat Lebaran, Ini Risiko untuk Diabetes & Hipertensi

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Mar 2026 18:00 6 admincuitan

Cuitan.id – Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan hidangan menggugah selera. Kue manis, opor, rendang, hingga aneka makanan bersantan tersaji di meja. Namun, di balik kelezatannya, makanan tersebut bisa memicu risiko kesehatan, terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi.

Menurut Yosua Marulitua Manullang, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan dalam waktu singkat dapat meningkatkan kadar gula darah dan tekanan darah dengan cepat.

Risiko Gula Darah Naik Drastis

Penderita diabetes perlu ekstra hati-hati saat menyantap kue manis. Lonjakan gula darah bisa terjadi dalam waktu singkat dan memicu hiperglikemia.

Kondisi ini biasanya muncul saat kadar gula darah melebihi 200 mg/dL, dengan gejala seperti:

  • Pusing

  • Sakit kepala

  • Tubuh terasa tidak nyaman

Jika tidak di kontrol, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan secara keseluruhan.

Makanan Bersantan Picu Tekanan Darah Tinggi

Hidangan khas Lebaran seperti opor, ketupat, dan sambal goreng sering mengandung santan, garam, dan minyak tinggi. Kombinasi ini dapat meningkatkan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Nyeri kepala

  • Pusing

  • Rasa tidak nyaman di tengkuk

Karena itu, penting untuk membatasi makanan tinggi garam dan lemak agar tekanan darah tetap stabil.

Jangan Kalap, Perut Bisa “Kaget”

Tak hanya penderita penyakit tertentu, orang sehat pun bisa merasakan dampaknya jika makan berlebihan setelah sebulan berpuasa.

Perut yang tiba-tiba menerima banyak makanan bisa memicu:

  • Kembung

  • Begah

  • Nyeri ulu hati

  • Asam lambung naik

Tips Aman Menikmati Hidangan Lebaran

Agar tetap sehat saat Lebaran, lakukan langkah berikut:

  • Batasi konsumsi makanan manis dan bersantan

  • Makan dalam porsi kecil tapi sering

  • Kurangi gorengan dan makanan tinggi garam

  • Perhatikan kondisi tubuh setelah makan

Lebaran tetap bisa di nikmati tanpa mengorbankan kesehatan. Kunci utamanya ada pada kontrol porsi dan memilih makanan dengan bijak, terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA