Hindari Minum Berlebihan Saat Berbuka, Atur Cairan agar Tak Dehidrasi

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 18:00 72 admincuitan

Cuitan.idKebutuhan cairan tetap harus terpenuhi selama puasa meski tubuh tidak minum lebih dari 12 jam. Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menegaskan orang dewasa tetap membutuhkan sekitar dua liter cairan per hari selama Ramadhan.

Menurut dr. Risky, kunci utama terletak pada pengaturan waktu minum antara berbuka hingga sahur agar tubuh tetap terhidrasi dan tidak lemas.

Berikut cara memenuhi kebutuhan cairan saat puasa:

1. Bagi waktu minum bertahap
Konsumsi air secara bertahap, bukan sekaligus. Terapkan pola 3 gelas saat berbuka, 3 gelas setelah tarawih, dan 2 gelas saat sahur. Cara ini membantu tubuh menyerap cairan lebih optimal.

2. Kenali tanda dehidrasi
Waspadai gejala seperti lemas, sulit fokus, dan sakit kepala ringan menjelang berbuka. Kurangi aktivitas fisik jika gejala muncul agar kondisi tidak memburuk.

3. Batasi minuman berkafein
Kopi dan teh meningkatkan produksi urine. Batasi konsumsi kafein dan utamakan air putih sebagai sumber cairan utama.

4. Tambahkan cairan bernutrisi
Sup atau makanan berkuah membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan elektrolit. Ibu menyusui dan individu yang rutin berolahraga membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan cairan.

5. Sesuaikan dengan aktivitas fisik
Segera minum setelah berbuka untuk mengganti cairan yang hilang. Jika berolahraga lebih dari satu jam setelah berbuka, pertimbangkan minuman isotonik sesuai kebutuhan.

Pemenuhan dua liter cairan per hari membantu menjaga daya tahan tubuh, konsentrasi, dan kebugaran selama puasa. Atur pola minum dengan disiplin agar ibadah tetap lancar tanpa gangguan dehidrasi. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA