Vape Turunkan Kualitas Sperma, Program Hamil Bisa Terganggu

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 12:00 100 admincuitan

Cuitan.id – Kebiasaan menggunakan vape dapat menurunkan kualitas sperma dan menghambat peluang kehamilan, bahkan pada pria yang sudah menjalani operasi varikokel.

Dokter spesialis urologi di RS Windu Husada, dr. I Nyoman Palgunadi, Sp.U, menyampaikan peringatan tersebut melalui akun Threads miliknya. Dalam unggahan yang dikutip Kompas.com, Kamis (26/2/2026), ia membagikan pengalaman menangani pasien pascaoperasi varikokel dengan hasil analisis sperma yang belum membaik.

Setelah evaluasi lanjutan, dokter menemukan pasien tersebut masih menggunakan vape.

Vape Tetap Mengandung Zat Berbahaya

Menurut dr. Palgunadi, banyak pria menganggap vape lebih aman dibanding rokok konvensional. Ia menegaskan anggapan itu keliru.

Uap vape tetap mengandung nikotin dan zat oksidatif yang dapat mengganggu proses pembentukan sperma. Nikotin dan zat oksidatif memicu kerusakan sel, termasuk sel yang berperan dalam produksi sperma.

Dampaknya meliputi:

  • Penurunan jumlah sperma

  • Pergerakan sperma melambat

  • Kualitas sperma menurun

Operasi Saja Tidak Cukup

Operasi varikokel bertujuan memperbaiki pelebaran pembuluh darah di sekitar testis agar produksi sperma meningkat. Namun, dr. Palgunadi menekankan bahwa tindakan medis harus diikuti perubahan gaya hidup.

Tanpa menghentikan kebiasaan seperti vape, hasil operasi tidak akan optimal. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti memperbaiki pendingin ruangan tetapi tetap menyalakan sumber panas di dalamnya.

Sperma Butuh 3 Bulan untuk Regenerasi

Dr. Palgunadi menjelaskan bahwa sperma memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk regenerasi. Artinya, perbaikan kualitas sperma baru terlihat sekitar tiga bulan setelah pria berhenti menggunakan vape.

Karena itu, pria yang merencanakan kehamilan disarankan menghentikan kebiasaan merokok maupun vape sedini mungkin.

Ia mengingatkan bahwa keinginan memiliki anak harus disertai kesiapan meninggalkan kebiasaan yang mengganggu kesuburan. Perubahan kecil dalam gaya hidup dapat memberikan dampak besar terhadap peluang kehamilan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA