ilustrasi muslimah.(canva.com) JAKARTA, Cuitan.id – Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Keutamaannya tidak hanya dirasakan oleh kaum laki-laki yang melaksanakan salat Jumat, tetapi juga oleh kaum perempuan.
Bagi muslimah, hari Jumat merupakan momentum spiritual untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan kualitas amal saleh, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Meski tidak diwajibkan menghadiri salat Jumat, perempuan tetap memiliki banyak amalan yang dianjurkan dan bernilai pahala besar.
Membaca Surah Al-Kahfi menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan pada hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan diberikan cahaya di antara dua Jumat.” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amalan ini dapat dilakukan sejak Kamis malam hingga Jumat petang. Bagi muslimah, membaca Surah Al-Kahfi menjadi sarana meraih keberkahan sekaligus perlindungan dari fitnah akhir zaman.
Mandi pada hari Jumat tidak hanya dianjurkan bagi laki-laki, tetapi juga perempuan yang hendak keluar rumah untuk beribadah. Mandi Jumat mencerminkan kebersihan lahir dan kesiapan batin dalam menyambut hari yang penuh kemuliaan.
Selain menjaga kebersihan, mandi Jumat juga menjadi simbol kesungguhan seorang Muslim dalam memuliakan waktu yang diberkahi.
Hari Jumat dikenal sebagai hari shalawat. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak shalawat karena amalan ini memiliki keutamaan besar, terutama pada hari Jumat.
Shalawat merupakan ibadah ringan namun bernilai tinggi, serta menjadi bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Hari Jumat memiliki satu waktu istimewa di mana doa sangat berpotensi dikabulkan. Banyak ulama menyebut waktu tersebut berada antara setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Muslimah dianjurkan memanfaatkan waktu ini untuk memanjatkan doa terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga, rezeki halal, pendidikan anak, maupun keselamatan dunia dan akhirat.
Sedekah pada hari Jumat memiliki nilai keberkahan yang lebih besar. Bentuk sedekah tidak selalu berupa harta, tetapi juga bisa berupa makanan, bantuan kepada sesama, atau menyebarkan kebaikan melalui media sosial.
Amal sosial yang dilakukan dengan niat ikhlas akan menjadi ladang pahala yang terus mengalir.
Memperbanyak dzikir seperti istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir sangat dianjurkan pada hari Jumat. Dzikir menjadi sarana menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ulama menegaskan bahwa dzikir pada hari Jumat memiliki keutamaan khusus karena bertepatan dengan turunnya rahmat Allah.
Hari Jumat juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki akhlak. Menjaga lisan, bersikap santun, dan menebar kebaikan merupakan cerminan iman yang sempurna.
Akhlak yang baik menjadi bukti nyata dari kualitas ibadah seorang Muslimah.
Hari Jumat bukan sekadar pergantian hari, melainkan kesempatan emas untuk memperbarui iman dan memperbanyak amal. Dengan mengisi hari Jumat melalui ibadah sunnah, doa, sedekah, serta akhlak mulia, muslimah tetap dapat meraih keutamaan besar tanpa harus berada di masjid.
Menjadikan hari Jumat sebagai rutinitas spiritual akan membantu memperkuat keimanan dan menjadi bekal berharga untuk kehidupan akhirat. ***
Tidak ada komentar