Kisah Fairuz, Mahasiswi IPB yang Berangkat Haji di Usia 18 Tahun

waktu baca 3 menit
Rabu, 13 Mei 2026 12:00 161 admincuitan

Cuitan.id – Dengan wajah yang berbinar-binar dan dipenuhi senyum bahagia begitu terlihat dari wajah Fairuz Aisyah Fadhilah. Setelah Mahasiswi berusia 18 tahun ini mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (11/5/2026).

Calon Jamaah Haji muda yang merupakan Anggota kloter 17 embarkasi Medan (KNO) ini membawa cerita unik tentang keteguhan hati dan kasih sayang orang tua untuk bisa mendaftar dan berangkat ke tanah suci guna menunaikan Rukun Islam yang ke Lima.

Berawal dari Pulang Sekolah TK

Fairuz masih mengingat jelas momen 13 tahun lalu. Saat itu, ia masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Sambil mengenakan jilbab pink sepulang sekolah, orang tuanya membawanya untuk mendaftar haji.

“Saya ingat banget, waktu itu pulang sekolah pakai jilbab pink langsung daftar haji,” kenangnya dengan mata berbinar.

Meski saat kecil ia belum sepenuhnya paham makna rukun Islam kelima, kini Fairuz menyadari bahwa ibadah ini adalah cara terbaik untuk menyempurnakan agamanya.

Membagi Waktu Antara Kuliah dan Manasik

Sebagai mahasiswi semester dua di Institut Pertanian Bogor (IPB), Fairuz harus pintar membagi waktu. Ia tetap memprioritaskan persiapan spiritual meski jadwal kuliahnya padat.

  • Manasik Daring: Karena kesibukan kampus, ia mengikuti sebagian besar bimbingan manasik secara online.

  • Izin Kampus: Fairuz telah mengantongi izin resmi dari pihak universitas agar bisa menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan tenang.

  • Persiapan Fisik: Di sela kuliah, ia terus menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama di Arab Saudi.

Doa Khusus untuk Orang Tua

Fairuz merasa sangat beruntung bisa berangkat haji di usia muda bersama kedua orang tuanya, Frida Ramadhini Harahap (54) dan Zulfahmi Fithri (55). Baginya, kesempatan ini adalah kado terindah dari Tuhan.

Ada misi mulia yang ia bawa ke Baitullah: memanjatkan doa terbaik untuk ayah dan ibunya.

“Semoga ayah dan ibu panjang umur, sehat selalu, dan murah rezekinya. Terima kasih sudah mendaftarkan saya berhaji,” ucapnya penuh haru.

Pesan untuk Generasi Muda

Fairuz mengajak anak muda Indonesia untuk tidak menunda niat berhaji. Menurutnya, masa muda adalah waktu terbaik karena kondisi fisik yang masih sangat kuat.

Ia memberikan dua tips utama bagi anak muda yang ingin menyusul ke Tanah Suci:

  1. Siapkan Dana Sejak Dini: Mulailah menabung atau mendaftar sedini mungkin untuk memangkas waktu tunggu yang panjang.

  2. Perkuat Niat dan Pondasi: Pahami makna ibadah haji agar perjalanan spiritual tersebut lebih berkesan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa usia Fairuz saat mendaftar haji? Fairuz mendaftar haji saat masih duduk di bangku TK, sekitar usia 5 atau 6 tahun.

2. Berapa lama waktu tunggu haji Fairuz? Fairuz menunggu selama kurang lebih 13 tahun sebelum akhirnya berangkat di tahun 2026.

3. Bagaimana cara Fairuz ikut manasik saat kuliah? Ia mengikuti kegiatan manasik secara daring (online) agar tetap bisa menjalankan kewajiban kuliahnya di IPB.

4. Mengapa penting daftar haji sejak dini? Mengingat antrean haji di Indonesia yang panjang, mendaftar sejak dini memungkinkan jemaah berangkat saat usia masih muda dan kondisi fisik masih kuat. **

Haji 2026, Kisah Inspiratif, Haji Muda, Inspirasi Islam, Tanah Suci,

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA