Rh-Null, “Darah Emas” yang Sangat Langka dan Dicari Dunia Medis

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Nov 2025 14:00 673 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idGolongan darah langka selalu menjadi perhatian dunia medis. Namun, ada satu golongan darah yang bahkan lebih istimewa karena jumlah pemiliknya sangat sedikit di dunia, yaitu Rh-null, yang dikenal sebagai “golden blood” atau darah emas.

Dikutip dari New York Post, golongan darah ini unik karena tidak memiliki satupun dari lebih 50 antigen dalam sistem Rhesus (Rh). Kondisi ini membuat Rh-null sangat dicari untuk transfusi bagi pasien dengan kelainan darah langka.

Menurut American Red Cross, golongan darah dikategorikan langka jika ditemukan pada kurang dari 1 dari 1.000 orang. Namun, untuk Rh-null, angkanya jauh lebih ekstrem: diperkirakan hanya 1 dari 6 juta orang di dunia.

Golongan darah ditentukan oleh antigen, yaitu protein atau gula pada permukaan sel darah merah yang membantu sistem imun mengenali darah sendiri dan darah asing.

Profesor biologi sel dari Bristol University, Ash Toye, menjelaskan:

“Jika seseorang menerima transfusi darah dengan antigen berbeda, tubuh bisa membentuk antibodi dan menyerang darah itu.”

Sistem golongan darah utama yang memicu respons imun adalah ABO dan Rhesus (Rh). Kombinasi keduanya menghasilkan delapan golongan darah umum: A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+, dan O-.

Meskipun darah O-negatif dikenal sebagai donor universal karena tidak memiliki antigen A, B, dan RhD, sistem Rhesus sebenarnya lebih kompleks dengan lebih dari 50 antigen. Orang dengan Rh-null tidak memiliki semuanya, sehingga mereka bahkan tidak bisa menerima darah O-negatif. Transfusi hanya mungkin dari donor Rh-null lain.

Rh-null memiliki kekhususan karena tidak memiliki antigen Rh sama sekali, sehingga sangat berharga bagi pasien dengan kelainan darah langka yang membutuhkan kecocokan Rh yang sangat spesifik.

Keterbatasan jumlah pemilik Rh-null membuat setiap kantong darahnya sangat berharga, sehingga dijuluki darah emas. Golongan darah ini bisa menjadi penyelamat hidup bagi pasien yang sulit menemukan donor.

Karena kelangkaannya, para peneliti berupaya menciptakan Rh-null secara buatan. Pada 2018, tim Ash Toye berhasil menghasilkan golongan darah langka menggunakan teknologi CRISPR-Cas9.

Meski demikian, penggunaan darah hasil rekayasa genetik masih dihadapkan pada regulasi ketat dan memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum bisa digunakan untuk pasien.

Saat ini, Toye juga memimpin uji klinis RESTORE, studi pertama yang menguji sel darah merah hasil kultur laboratorium. Sel ini dibuat dari sel punca donor untuk transfusi ke manusia.

Menurutnya: “Saat ini, mengambil darah langsung dari donor masih lebih efisien. Namun bagi mereka dengan golongan darah sangat langka, kemampuan menumbuhkan darah tambahan akan sangat membantu.” 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA