Foto: Tampang para eksekutor penculik kacab bank, Ilham Pradipta yang ditemukan tewas di Bekasi. (Rizky Adha/detikcom) JAKARTA, Cuitan.id — Rekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan M Ilham Pradipta (37), seorang kepala cabang bank yang tewas pada 20 Agustus 2025, mengungkap sejumlah fakta baru mengenai proses perencanaan hingga eksekusi kejahatan tersebut. Rekonstruksi digelar oleh Polda Metro Jaya pada Senin (17/11/2025) dengan menghadirkan seluruh tersangka, kuasa hukum, dan jaksa.
Ilham Pradipta diculik di area parkir sebuah swalayan di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Keesokan harinya, korban ditemukan meninggal dunia di semak-semak kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Saat ditemukan, wajah, tangan, dan kaki korban dalam kondisi terikat lakban hitam.
Hingga kini, 15 tersangka sipil telah diamankan, termasuk dua otak pelaku, yakni Dwi Hartono dan C alias Ken. Selain itu, dua anggota TNI berinisial Kopda FH dan Serka N juga ditahan oleh Pomdam Jaya. Polisi masih memburu satu pelaku lain berinisial EG.
1. Rekonstruksi Peragakan 57 Adegan
Dalam rekonstruksi, penyidik memperagakan 57 adegan yang menggambarkan secara utuh proses perencanaan, penculikan, hingga pembuangan jasad korban.
Pertemuan awal para tersangka untuk merencanakan penculikan dilakukan di sebuah kafe di kawasan Cibubur.
2. Eksekutor Siapkan Lakban dan Peralatan
Pada tahap persiapan, tersangka Kopda FH memberikan uang kepada para eksekutor untuk membeli perlengkapan penculikan.
“Feri memberikan uang Rp350 ribu untuk membeli lakban, handuk kecil, masker, dan beberapa bungkus rokok,” ujar penyidik dalam rekonstruksi.
Lakban tersebut kemudian digunakan untuk mengikat korban saat penculikan berlangsung.
3. Peran Kopda FH dalam Perencanaan
Rekonstruksi juga menegaskan peran Kopda FH (Feri) dalam proses perencanaan. Ia ikut dalam pertemuan di sebuah warung kopi bersama tersangka Eras Musuwalo dan lainnya untuk memutuskan waktu penculikan pada 20 Agustus 2025.
Kopda FH juga menjadi pihak yang menyerahkan dana operasional kepada eksekutor.
4. Pelat Mobil Ditutup Lakban
Saat menuju lokasi penculikan, salah satu kendaraan pelaku, yaitu Avanza putih, berhenti untuk menutup dua angka nomor pelat mobil menggunakan lakban agar tidak mudah dikenali.
5. Eksekutor Terima Upah Rp45 Juta
Setelah penculikan, para eksekutor disebut menerima imbalan sebesar Rp45 juta. Uang tersebut diserahkan Kopda FH kepada Eras Musuwalo di dalam mobil Calya.
6. Detik-detik Penculikan di Parkiran Swalayan
Pada hari kejadian, dua mobil pelaku datang ke area parkir swalayan di Pasar Rebo. Satu mobil diposisikan di belakang mobil korban, sementara mobil lainnya berada di sisi kanan.
Saat Ilham menuju kendaraannya, pelaku langsung menyergap dan memaksanya masuk ke dalam mobil tersangka.
Dalam perjalanan, korban berusaha melawan. Namun para pelaku menahan dan melakukan kekerasan agar korban tidak berontak.
7. Perlawanan Terakhir Korban
Di dalam mobil, korban dilakban pada bagian mata dan mulut. Korban terus berusaha bergerak hingga kembali mendapat kekerasan saat mobil berada di depan Kodam Jaya dan di Tol Dalam Kota.
Di Kemayoran, para tersangka kembali bertemu dengan anggota lain menggunakan mobil Fortuner hitam. Pada momen ini, korban dikatakan berteriak meminta tolong namun berhasil dibungkam para pelaku.
8. Korban Ditemukan Tewas di Bekasi
Korban kemudian dipindahkan ke mobil Fortuner dan dalam perjalanan menuju Cikarang, korban masih terdengar mengerang. Beberapa tersangka mengaku tidak mengetahui apakah korban masih hidup saat akhirnya dibuang di semak-semak wilayah Serang Baru, Bekasi.
Ilham ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Kamis, 21 Agustus 2025. ***
Tidak ada komentar