Kepedulian Kapolri, Polres Kerinci bersama Polsek Sungai Penuh. SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Perjuangan pantang menyerah Rizki Asmanda (23), atau yang akrab disapa Eki, akhirnya membuahkan hasil manis. Pemuda disabilitas tunadaksa asal Desa Lawang Agung, Kota Sungai Penuh ini kini resmi mengelola toko mainannya sendiri.
Selama lima tahun terakhir, Eki harus berkeliling menjajakan mainan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap hari ia menembus lelah demi menyokong perekonomian sang ibu dan keluarga. Keterbatasan fisik sama sekali tak melumpuhkan semangatnya untuk mengais rezeki yang halal.
Kegigihan Eki akhirnya mengetuk hati jajaran kepolisian. Melalui program kepedulian Kapolri, Polres Kerinci bersama Polsek Sungai Penuh merangkul Eki dan mewujudkan mimpinya memiliki tempat usaha yang layak.
Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., mendampingi Kabag OPS AKP Edi Mardi Siswoyo, Kapolsek Sungai Penuh, AKP Eko Munkoid, menyerahkan langsung kunci toko kepada Eki pada Selasa (04/08/2026).
Pihak kepolisian tidak hanya menyewakan tempat usaha yang nyaman. Mereka juga mengisi toko tersebut dengan berbagai stok mainan dan fasilitas pendukung. Alhasil, Eki bisa langsung menyambut pembeli tanpa perlu lagi bersusah payah mengelilingi kota.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ramadhanil menegaskan bahwa kepolisian ingin selalu hadir menolong warga yang membutuhkan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bapak Kapolri yang kami salurkan melalui Polres Kerinci dan Polsek Sungai Penuh. Kami sangat mengagumi kegigihan Saudara Eki yang tak pernah menyerah meski memiliki keterbatasan fisik. Kami berharap toko ini mampu mendongkrak perekonomian keluarganya dan memicu semangat Eki untuk terus mandiri,” ungkap Ramadhanil.
Ia menambahkan bahwa Polri selalu berusaha menjadi sahabat masyarakat yang memberi manfaat nyata, bukan sekadar penegak hukum semata.
Suasana haru menyelimuti momen penyerahan kunci tersebut. Eki beserta keluarganya berulang kali mengucapkan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kepedulian jajaran Polres Kerinci dan Polsek Sungai Penuh.
Kini, Eki siap menyambut babak baru dalam hidupnya. Ia tidak perlu lagi menembus panas dan hujan untuk menjajakan mainan. Dari balik etalase toko barunya, Eki siap melayani para pelanggan dengan senyuman.
Kisah Eki menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berkarya. (**
Tidak ada komentar