JAKARTA, Cuitan.id – Sebuah video yang dinilai tidak pantas dan diduga melibatkan seorang oknum tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, viral di media sosial dan aplikasi pesan singkat. Peristiwa tersebut pun memicu perhatian serta keresahan di tengah masyarakat.
Video berdurasi sekitar satu menit itu menyebar luas di berbagai platform digital. Meski isi video tidak ditampilkan secara utuh ke publik, potongan gambar yang beredar menimbulkan dugaan adanya pelanggaran norma etika dan kesusilaan.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa sosok perempuan dalam video tersebut berinisial Y dan diduga merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Ilir Talo. Namun hingga saat ini, status kepegawaian yang bersangkutan belum dapat dipastikan, apakah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).
Seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan bahwa dirinya telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait video yang beredar tersebut.
“Kami sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian sebagai saksi,” ujarnya singkat.
Viralnya video tersebut menimbulkan keprihatinan publik, khususnya karena menyangkut citra dan profesionalisme tenaga kesehatan. Masyarakat berharap aparat penegak hukum serta instansi terkait dapat menangani persoalan ini secara objektif, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Erlan Suadi, SP, MAP, saat dikonfirmasi mengaku belum memperoleh informasi lengkap terkait video yang dimaksud.
“Kami belum mengetahui secara detail terkait video tersebut,” ujar Erlan.
Meski demikian, Erlan menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penelusuran internal untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Ia menyebutkan bahwa seluruh tenaga kesehatan di puskesmas wilayah Kabupaten Seluma berada di bawah pembinaan Dinas Kesehatan.
“Yang jelas akan kami cek dan pastikan kebenarannya, apakah benar yang bersangkutan merupakan tenaga kesehatan dari Seluma,” tegasnya.
Erlan juga menambahkan, apabila nantinya terbukti bahwa pemeran dalam video tersebut adalah tenaga kesehatan aktif, maka pihaknya tidak akan segan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, baik secara administratif maupun disiplin kepegawaian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil penyelidikan maupun penetapan status hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat. Aparat masih mendalami identitas pemeran serta menelusuri jalur penyebaran video tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten tersebut, karena berpotensi melanggar hukum. Publik juga diminta menunggu hasil penyelidikan resmi demi menjaga ketertiban serta kondusivitas di Kabupaten Seluma. ***
Tidak ada komentar