Tren Snack Exercise: Olahraga Singkat yang Efektif di Tengah Aktivitas Padat. (Foto: Getty Images/Kindamorphic) JAKARTA, Cuitan.id – Tren snack exercise atau yang juga dikenal sebagai snacktivity semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Konsep ini menawarkan solusi olahraga singkat yang dilakukan secara bertahap di sela aktivitas harian, khususnya bagi mereka yang memiliki jadwal padat namun tetap ingin menjaga kebugaran tubuh.
Snack exercise dinilai lebih realistis dibandingkan olahraga dengan durasi panjang, terutama bagi pekerja kantoran atau individu dengan mobilitas tinggi. Meski dilakukan dalam waktu singkat, aktivitas ini tetap memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan secara konsisten.
Salah satu figur publik yang menerapkan konsep ini adalah komika Arif Brata. Ia mengaku rutin melakukan pull up sebelum memulai aktivitas harian, meski jumlah repetisinya masih terbatas.
Aktivitas fisik sederhana seperti ini dinilai lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali sepanjang hari.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andhika Raspati, SpKO, menjelaskan bahwa setiap orang membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran dan mencegah gaya hidup sedentari.
Menurutnya, menyisihkan waktu sekitar 10 menit untuk bergerak jauh lebih baik dibandingkan duduk berjam-jam tanpa aktivitas fisik.
“Kebugaran memiliki banyak tingkatan. Untuk sekadar tetap fit agar tidak mudah lelah saat bekerja, exercise singkat sudah sangat membantu,” jelasnya.
Berbagai jenis gerakan dapat dilakukan dalam snack exercise, seperti push up, plank, jumping jacks, squat, lunges, leg raise, hingga berjalan cepat di dalam ruangan.
Meski bermanfaat, snack exercise tidak ditujukan bagi mereka yang ingin mengikuti kompetisi olahraga tertentu, seperti lomba lari jarak jauh.
“Untuk tujuan kompetitif, dibutuhkan program latihan terstruktur dan durasi yang lebih panjang, bukan sekadar olahraga singkat,” tambah dr. Andhika.
Lebih lanjut, dr. Andhika menegaskan bahwa setiap orang, tanpa memandang usia, setidaknya membutuhkan tiga jenis latihan utama:
Latihan kardio untuk kesehatan jantung
Latihan penguatan otot untuk menjaga kekuatan tubuh
Latihan fleksibilitas atau rentang gerak untuk mencegah cedera
Perbedaannya terletak pada intensitas dan bentuk latihan. Anak muda bisa melakukan latihan dengan beban berat, sementara lansia dapat menggunakan beban ringan seperti botol air mineral.
“Yang terpenting adalah tetap bergerak dan menyesuaikan latihan dengan kemampuan masing-masing,” tutupnya. ***
Tidak ada komentar