Kebakaran Gedung PT Terra Drone di Cempaka Baru, Cempaka Putih, Jakarta Putih. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi) JAKARTA, Cuitan.id – Kebakaran besar melanda Gedung Perkantoran Terra Drone Indonesia di Jalan Letjen Suprapto No.17, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 12.43 WIB. Peristiwa tragis ini menewaskan 22 orang, sementara 54 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, termasuk 19 karyawan yang dievakuasi secara dramatis menggunakan tangga petugas Damkar.
Terra Drone merupakan perusahaan teknologi drone yang berpusat di Jepang dan beroperasi di lebih dari 25 negara, termasuk Indonesia.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan bahwa proses penyelamatan berjalan menantang akibat kepulan asap tebal yang memenuhi lantai atas.
“Alhamdulillah, 19 jiwa berhasil kami selamatkan. Sebagian mengalami luka ringan, termasuk satu petugas kami,” ujarnya.
Tim Puslabfor Bareskrim Polri hingga Selasa malam masih melakukan pemeriksaan penyebab kebakaran. Kondisi gedung yang baru selesai pendinginan membuat proses identifikasi titik awal api terhambat.
Kabid Fiskomfor Puslabfor, Kombes Romylus Tamtelahitu, menyebutkan bahwa dua tim forensik diterjunkan untuk menelusuri sumber percikan.
“Kami masih melakukan pendalaman. Penyisiran belum selesai karena kondisi bangunan,” katanya.
Saksi kunci yang berada di lokasi saat kejadian belum dapat dimintai keterangan lengkap akibat kondisi psikologis yang masih terguncang.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Chondro, mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul di gudang penyimpanan baterai di lantai 1. Karyawan sempat mencoba memadamkan api, namun kobaran justru menyebar dengan cepat.
Saat kejadian, sebagian karyawan sedang beraktivitas di lantai 2, 3, dan 6, sementara lainnya sedang makan siang di luar gedung. Api kemudian menjalar hingga lantai 6 dan menimbulkan asap pekat di seluruh gedung.
Gedung Terra Drone, yang kini menjadi pusat perhatian, beralamat lengkap di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Bangunan ini merupakan kantor pusat operasional Terra Drone Indonesia, sebuah perusahaan dalam industri teknologi drone di Tanah Air.
Terra Drone berkantor pusat di Jepang dan telah memperluas jaringannya secara global. Kehadirannya mencakup berbagai belahan dunia melalui jaringan mitra perusahaan grup dan kolaborator teknologi yang kuat.
BPBD DKI Jakarta mencatat total kerugian material mencapai Rp2 miliar. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 14.55 WIB dan evakuasi korban selesai pukul 17.30 WIB.
Sebanyak 29 unit Damkar dan berbagai instansi terkait dikerahkan untuk menangani insiden ini.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menemukan fakta mengejutkan: gedung enam lantai tersebut hanya memiliki satu pintu keluar-masuk, yang diduga menjadi salah satu faktor banyaknya korban.
Polisi telah memeriksa enam saksi dan akan memanggil pemilik gedung untuk penyelidikan unsur kelalaian atau pidana.
Bayu Meghantara mengungkapkan bahwa sebagian besar korban ditemukan di lantai 3 dan 4, yang sebenarnya tidak terbakar, namun dipenuhi asap tebal.
“Korban banyak ditemukan di lantai tiga dan empat. Faktor panik dan akses evakuasi yang terbatas menjadi penyebabnya,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, berikut nama-nama korban:
Aril
Apri
Yoga
Cendy
Reyhan
Mirza
Saiful
Ninda
Pariyem
Novia
Nisa
Jazel
Risda
Asyifa
Della
Siti
Amelia
(dan lima nama lainnya yang tercatat oleh BPBD) ***
Sumber: Liputan6/Merdeka.com
Tidak ada komentar