JAKARTA, Cuitan.id – Sejarah manusia dalam tradisi Islam dimulai bukan dengan kejayaan, melainkan dengan tragedi. Tragedi itu tercatat melalui kisah dua putra Nabi Adam AS, Habil dan Qabil, yang menandai konflik pertama dalam sejarah umat manusia.
Menurut buku Kisah Para Nabi karya Ibnu Katsir, Nabi Adam AS menikahkan anak-anaknya secara silang. Qabil, yang memiliki paras lebih menawan, menolak menikahi Labuda, saudari kembar Habil, sehingga benih kecemburuan mulai muncul.
Kurban Membelah Takdir
Untuk menyelesaikan perselisihan, Nabi Adam AS meminta kedua putranya mempersembahkan kurban kepada Allah SWT. Habil, seorang penggembala, memberikan hewan ternak terbaiknya, sedangkan Qabil, seorang petani, mempersembahkan hasil panennya yang buruk.
Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwa. Kurban Habil diterima, sedangkan Qabil ditolak. Penolakan ini memicu amarah yang berubah menjadi niat jahat.
Iri Hati yang Menjadi Kejahatan
Qabil menolak menerima keputusan Tuhan dan mengancam akan membunuh saudaranya. Habil tetap sabar, menolak balas dendam karena takut kepada Allah. Namun, kecemburuan dan dorongan nafsu Qabil akhirnya memuncak hingga ia membunuh Habil, menandai pembunuhan pertama dalam sejarah manusia.
Penyesalan yang Terlambat
Setelah perbuatan itu, Qabil bingung dan tidak tahu cara mengubur Habil. Allah memperlihatkan seekor burung gagak yang mengubur bangkai saudaranya, sehingga Qabil belajar mengubur Habil. Penyesalan datang, tapi dosa tetap ada.
Pelajaran Iman dan Kendali Diri
Kisah Habil dan Qabil mengajarkan pentingnya iman, keikhlasan, dan kendali diri. Habil melambangkan kepatuhan pada ketentuan Tuhan, sedangkan Qabil mewakili ego, iri, dan ketidakadilan. Konflik ini relevan hingga kini, karena banyak kekerasan modern berakar pada kecemburuan dan kegagalan mengendalikan nafsu.
Tragedi Habil dan Qabil menunjukkan bahwa kejahatan sering lahir dari orang terdekat, dan iman sejati berarti menahan diri ketika keinginan bertentangan dengan kebenaran. ***
Tidak ada komentar