Cuitan.id – Bapak/Ibu guru mulai menanti kabar pencairan THR 2026, apalagi Ramadan sudah dekat. Kebutuhan rumah tangga, mudik, belanja Lebaran, hingga kebutuhan anak-anak membuat informasi ini jadi topik hangat.
Hingga kini, pemerintah belum menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) resmi terkait pencairan THR. Biasanya, PP inilah yang menjadi penanda resmi kapan THR ditransfer ke rekening ASN, termasuk guru.
Pola Pencairan THR Tahun-Tahun Sebelumnya
Data beberapa tahun terakhir menunjukkan THR ASN cair sekitar 10–15 hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Jika mengikuti kebiasaan ini, THR Guru 2026 kemungkinan cair menjelang Lebaran, bukan di awal Ramadan.
Meski ada harapan THR cair di minggu pertama Ramadan untuk memudahkan pengaturan belanja, pemerintah menyesuaikan jadwal dengan kesiapan anggaran negara.
Komponen THR Guru ASN
THR guru ASN biasanya terdiri dari:
-
Gaji pokok
-
Tunjangan keluarga
-
Tunjangan pangan
-
Tunjangan jabatan atau tunjangan umum
-
Tunjangan kinerja (tukin), jika berlaku
Komponen ini membuat nominal THR lebih besar dibandingkan gaji bulanan biasa, sehingga pencairannya sangat dinantikan. Detail tetap mengacu pada regulasi resmi tahun berjalan.
Guru sebaiknya memantau informasi dari Kementerian Keuangan dan kanal resmi pemerintah daerah untuk kepastian jadwal.
Strategi Keuangan Menjelang THR
Sambil menunggu THR cair, guru bisa mulai menyusun strategi keuangan:
-
Pisahkan kebutuhan wajib dan keinginan, buat daftar belanja Ramadan-Lebaran realistis.
-
Alokasikan sebagian THR untuk tabungan atau dana darurat.
-
Hindari belanja impulsif saat diskon musiman.
-
Lunasi sebagian cicilan atau kewajiban untuk menjaga arus kas setelah Lebaran.
Perencanaan ini membantu setiap rupiah dari THR memberi manfaat jangka panjang, sehingga Lebaran tetap tenang tanpa khawatir pengeluaran berikutnya. ***
Tidak ada komentar