Samsung Galaxy Z TriFold: Ponsel Lipat Tiga Tipis dengan Layar 10 Inci & DeX Desktop

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Des 2025 20:00 46 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id Samsung kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin inovasi ponsel lipat dengan memperkenalkan Galaxy Z TriFold, smartphone lipat tiga pertama dari Samsung yang resmi diumumkan pada 2 Desember lalu.

Meski belum dipasarkan secara resmi di Indonesia, tim detikINET berkesempatan mencoba langsung Galaxy Z TriFold di Tanah Air. Dalam waktu singkat, perangkat ini berhasil memberikan kesan kuat sebagai ponsel futuristik dengan teknologi lipat yang jauh lebih matang dibanding generasi awal.

Desain Tipis di Luar Dugaan

Kesan pertama saat menggenggam Galaxy Z TriFold cukup mengejutkan. Anggapan bahwa ponsel lipat tiga akan terasa sangat tebal langsung terpatahkan.

Saat dilipat, perangkat ini hanya memiliki ketebalan 12,9 mm, tidak terpaut jauh dari Galaxy Z Fold7 yang berada di angka 8,9 mm. Bahkan, TriFold lebih ramping dibanding Galaxy Fold generasi pertama yang memiliki ketebalan hingga 15,5 mm.

Ketika dibuka sepenuhnya, ketebalan bodinya hanya sekitar 3,9–4,2 mm. Dengan bobot 309 gram, ponsel ini terasa solid namun tetap nyaman digunakan, termasuk dengan satu tangan berkat distribusi berat yang seimbang.

Dari sisi tampilan, Samsung menyematkan material premium dengan pola serat karbon di bagian belakang yang terlihat elegan saat terkena pantulan cahaya.

Pengalaman Melipat yang Unik dan Aman

Berbeda dengan ponsel lipat pada umumnya, Galaxy Z TriFold menggunakan mekanisme lipatan berurutan. Pengguna perlu membuka panel kanan terlebih dahulu, kemudian panel kiri, hingga layar terbentang sempurna seperti membuka peta kertas.

Saat melipat kembali, urutannya pun harus tepat. Samsung sudah mengantisipasi kesalahan dengan sistem pengaman engsel. Jika pengguna mencoba melipat dengan urutan yang salah, layar akan menampilkan peringatan disertai getaran agar engsel tidak dipaksa ke posisi keliru.

Berubah Menjadi Tablet Mini

Begitu layar utama terbuka penuh, Galaxy Z TriFold langsung bertransformasi menjadi tablet mini. Dalam mode landscape, pengguna bisa menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus secara berdampingan dengan pengaturan jendela yang fleksibel dan intuitif.

Meski belum mendukung Flex Mode, Samsung membatasi penggunaan setengah lipatan demi menjaga kenyamanan dan keamanan layar utama.

Dukungan Samsung DeX Standalone

Salah satu keunggulan utama Galaxy Z TriFold adalah dukungan Samsung DeX standalone. Dalam mode ini, perangkat dapat berfungsi layaknya desktop mini dengan hingga lima aplikasi berjalan bersamaan dalam bentuk pop-up.

Jika dipadukan dengan keyboard dan mouse, TriFold dapat berubah menjadi desktop portabel. Koneksi ke monitor eksternal juga dimungkinkan melalui USB-C maupun secara nirkabel.

Layar Lebar dan Imersif

Galaxy Z TriFold dibekali cover screen 6,5 inci dengan refresh rate 120Hz yang nyaman untuk aktivitas harian. Namun daya tarik utama terletak pada layar utama 10 inci beresolusi sekitar 2.5K.

Menonton video atau film di layar besar ini memberikan pengalaman imersif layaknya bioskop pribadi. Tingkat kecerahan hingga 1.600 nits, warna yang tajam, serta lipatan layar yang nyaris tak terlihat membuat kualitas visualnya sangat memuaskan.

Lipatan berbentuk huruf G juga memberikan perlindungan ekstra pada layar bagian dalam saat perangkat ditutup.

Samsung Galaxy Z TriFold bukan sekadar pamer teknologi. Perangkat ini menawarkan solusi nyata bagi pengguna yang menginginkan smartphone sekaligus tablet dalam satu perangkat ringkas.

Dengan bodi tipis, layar besar 10 inci, dan dukungan Samsung DeX, Galaxy Z TriFold menetapkan standar baru dalam produktivitas mobile. Perangkat ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan multitasking tinggi tanpa harus membawa tablet tambahan.

Kini, harapan terbesar adalah agar Samsung segera merilis Galaxy Z TriFold secara resmi di Indonesia. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA