Sabet Emas OSPN Jambi, Fera Syntia Melati Tembus Olimpiade Kimia Nasional

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Okt 2026 14:16 15 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kerinci kembali mengukir prestasi memukau di panggung pendidikan regional. Fera Syntia Melati, salah satu siswi terbaik madrasah ini, sukses menyabet medali emas bidang Kimia dalam ajang Olimpiade Sains Pelajar Nusantara (OSPN) tingkat Provinsi Jambi.

Kemenangan manis ini membawa Fera melangkah mantap menuju kompetisi OSPN tingkat nasional.

Keberhasilan Fera menegaskan bahwa ketekunan, disiplin, dan kerja keras selalu membuahkan hasil manis. Pencapaian ini tidak hanya mengukir kebanggaan bagi Fera secara pribadi, tetapi juga membahagiakan orang tua, jajaran guru, dan seluruh civitas akademika MAN 1 Kerinci.

Kemenangan di cabang Kimia ini membuktikan bahwa para pelajar madrasah menyimpan potensi besar untuk bersaing di arena akademik. Dengan semangat pantang menyerah, keberanian menghadapi tantangan, dan dukungan lingkungan sekolah yang kondusif, para siswa madrasah mampu mengasah bakat hingga menembus jenjang yang lebih tinggi.

Kepala MAN 1 Kerinci, Mira Zuzana, S.P., S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Fera. Pihak sekolah berharap prestasi ini menyulut motivasi bagi siswa-siswi lain untuk terus menggali potensi diri serta berani menguji kemampuan di berbagai ajang akademik.

“Prestasi Fera membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan unggul di bidang sains. Kami sangat bangga dan siap mendukung penuh langkah Fera menuju ajang nasional,” ujar Mira Zuzana.

Langkah Fera menuju ajang nasional kini menjadi tantangan sekaligus peluang emas untuk menunjukkan performa terbaiknya. Seluruh keluarga besar sekolah mendoakan agar kemenangan di tingkat provinsi ini menguatkan rasa percaya diri, semangat, dan sportivitas Fera saat bertanding nanti.

MAN 1 Kerinci meyakini bahwa capaian ini bisa menginspirasi seluruh peserta didik untuk pantang berhenti belajar. Sebab, arti sebuah prestasi bukan sekadar memboyong piala, melainkan menghargai proses, membentuk kedisiplinan, dan menumbuhkan keberanian untuk terus berkembang. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA