Ilustrasi Berdoa. (Foto: Masjid Maba/Unsplash) Cuitan.id – Mendengar suara azan berkumandang menjadi momen spesial bagi setiap muslim untuk sejenak beristirahat dari kesibukan dunia. Melalui lantunan penyejuk hati ini, Allah SWT memanggil kita untuk meraih kemenangan.
Namun, tahukah Anda bahwa ada amalan ringan setelah azan yang menyimpan pahala luar biasa?
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca doa khusus setelah muazin selesai mengumandangkan azan. Amalan sederhana ini membawa janji yang sangat indah: memperoleh syafaat beliau di hari kiamat kelak.
Berikut adalah panduan lengkap bacaan doa setelah azan sesuai sunnah Nabi yang bisa Anda hafalkan dan amalkan sehari-hari.
Merujuk pada panduan praktis dalam buku Hafalan Luar Kepala Semua Bacaan Shalat, Doa Pilihan, dan Surat-Surat Pendek karya Ustaz Khalili Amrin Ali al-Sunguti, berikut adalah lafal doa yang dapat Anda baca:
Teks Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ
Teks Latin: Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti sayyidanā muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wab’atshu maqāmam mahmūdanil ladzī wa’attah, innaka lā tukhliful mī’ād.
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan salat yang tegak berdiri, berikanlah wasilah (kedudukan tinggi) dan keutamaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.”
Keharusan membaca doa ini bersumber langsung dari lisan suci Rasulullah SAW. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab legendaris Bulughul Maram mencatat sebuah hadits dari Jabir RA. Rasulullah SAW menegaskan:
“Siapa saja yang berdoa setelah mendengar azan: ‘Allaahumma robba haadzihi da’watit taammati was sholaatil qooimati aati Muhammadanil washiliilata wal fadliilata wab’atshu maqooman mahmuudal ladzi wa’adtahu’, maka ia pasti mendapatkan syafaatku pada hari kiamat nanti.” (HR. Imam Empat).
Melalui hadits ini, kita bisa melihat betapa besarnya kasih sayang Rasulullah SAW. Hanya dengan meluangkan waktu kurang dari satu menit untuk berdoa, kita mengamankan penolong terbaik di hari akhir nanti.
Kebaikan tidak berhenti sampai di situ. Jeda waktu antara azan dan iqamat merupakan salah satu waktu paling mustajab (manjur) untuk mengetuk pintu langit.
Sayyid Sabiq dalam buku Fikih Sunnah Jilid 1 memuat sabda Rasulullah SAW yang sangat memotivasi kita:
“Allah tidak akan menolak doa yang meluncur di antara azan dan iqamat.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Tirmidzi – Hadits Hasan Shahih).
Mendengar penjelasan ini, para sahabat Nabi sempat kebingungan mengenai permintaan apa yang paling utama untuk mereka panjatkan. Rasulullah SAW kemudian memberikan resep terbaiknya:
“Mintalah kepada Allah kesehatan dan keselamatan, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.”
Mulai hari ini, mari kita ubah kebiasaan saat mendengar azan. Begitu muazin selesai mengumandangkan panggilan salat, segera baca doa di atas dengan khusyuk. Setelah itu, manfaatkan menit-menit berharga menjelang iqamat untuk curhat dan meminta apa saja kepada Allah SWT—mulai dari kelancaran rezeki, kesehatan keluarga, hingga kebahagiaan akhirat. (Tim)
Tidak ada komentar