Rahasia Pola Makan Rasulullah SAW yang Sehat dan Penuh Berkah

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Jan 2026 05:00 21 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, makan sering kali hanya dipandang sebagai rutinitas pengisi perut atau bagian dari tren kuliner semata. Padahal, dalam ajaran Islam, makan adalah aktivitas bernilai ibadah yang sarat makna spiritual dan kesehatan.

Rasulullah SAW mencontohkan pola makan yang sederhana, seimbang, dan penuh kesadaran. Setiap suapan bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang keberkahan, adab, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Panduan Makan Rasulullah dalam Kitab Klasik

Salah satu rujukan utama tentang kebiasaan harian Nabi adalah kitab Al-Shamail al-Muhammadiyyah karya Imam At-Tirmidzi. Kitab ini memuat riwayat autentik tentang karakter, kebiasaan, dan adab Rasulullah SAW, termasuk cara beliau memilih makanan dan bersikap saat makan.

Dari literatur ini terlihat jelas bahwa pola makan Nabi jauh dari kemewahan, namun sangat selaras dengan prinsip kesehatan yang kini diakui dunia medis.

Kesederhanaan Menu yang Menyehatkan

Rasulullah SAW tidak berlebihan dalam urusan makanan. Beberapa jenis makanan yang beliau sukai antara lain:

  • Cuka, yang pernah beliau puji sebagai lauk terbaik. Kini, cuka dikenal bermanfaat untuk pencernaan dan metabolisme.

  • Labu, sayuran tinggi serat yang baik untuk sistem pencernaan.

  • Daging kambing bagian lengan atau kaki depan, yang lebih empuk dan mudah dikunyah.

  • Daging unggas, seperti ayam dan burung puyuh.

  • Madu dan makanan manis alami, sebagai sumber energi yang baik dan halal.

Pilihan ini menunjukkan bahwa makanan Nabi bersifat halalan thayyiban—halal dan baik bagi tubuh.

Keseimbangan Makanan untuk Tubuh

Dalam kitab Zad Al-Ma’ad karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW kerap mengombinasikan makanan dengan sifat berbeda untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Contohnya, beliau memadukan kurma (bersifat “panas”) dengan mentimun atau semangka (bersifat “dingin”). Kombinasi ini membantu menetralkan efek masing-masing makanan dan lebih ramah bagi lambung.

Prinsip ini menegaskan bahwa sehat menurut Islam bukan hanya tentang apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana cara memadukannya.

Adab Makan Nabi yang Menyehatkan

Selain jenis makanan, Rasulullah SAW juga mencontohkan adab makan yang terbukti baik secara medis, antara lain:

  • Tidak makan sambil bersandar, agar pencernaan bekerja optimal.

  • Makan dengan tiga jari, untuk mengontrol porsi dan memperbaiki proses mengunyah.

  • Minum secara perlahan dan bertahap, tidak sekaligus, guna mencegah gangguan pernapasan dan pencernaan.

Adab-adab ini menunjukkan bahwa sopan santun dalam Islam juga berdampak langsung pada kesehatan fisik.

Menghargai Setiap Rezeki

Rasulullah SAW mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan makanan. Beliau membersihkan jemari sebelum mencucinya sebagai bentuk penghormatan terhadap rezeki.

Makan dimulai dengan Basmalah dan diakhiri dengan Hamdalah, menegaskan bahwa aktivitas ini adalah bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Sehat Jasmani dan Ruhani

Meneladani pola makan Rasulullah SAW adalah langkah nyata menuju hidup yang lebih seimbang. Tidak berlebihan, penuh kesadaran, dan menjunjung nilai spiritual.

Pola makan Nabi mengajarkan bahwa kesehatan sejati bukan tentang kelimpahan, melainkan kecukupan; bukan tentang nafsu, melainkan kendali diri. Dengan mengikuti sunnah ini, meja makan menjadi sumber energi sekaligus ladang pahala. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA