Vidi Aldiano (Foto: Instagram/vidialdiano) Cuitan.id – Kabar duka datang dari industri musik Indonesia. Penyanyi populer Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB. Ia berpulang setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal sejak 2019.
Kabar wafatnya Vidi disampaikan langsung oleh sang ayah, Harry Kiss, melalui pesan singkat kepada media. Saat mengembuskan napas terakhir, keluarga besar mendampingi Vidi di sampingnya.
Kepergian penyanyi yang dikenal lewat lagu Status Palsu itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.
Biodata Vidi Aldiano
Perjalanan Karier Vidi Aldiano
Vidi Aldiano lahir di Jakarta dan menghabiskan masa sekolahnya di lingkungan pendidikan Al-Azhar. Ia sempat menempuh kuliah di jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan sebelum beralih ke Manajemen dan lulus dengan IPK 3,62.
Karier musiknya mulai bersinar pada 2008 ketika merilis album debut Pelangi di Malam Hari. Album tersebut langsung menarik perhatian publik lewat lagu populer seperti Nuansa Bening dan Status Palsu.
Sejak saat itu, Vidi dikenal sebagai salah satu penyanyi pop muda berbakat di Indonesia. Sejumlah lagu seperti Cinta Jangan Kau Pergi dan Cemburu Menguras Hati semakin memperkuat popularitasnya di industri musik.
Pencapaian Besar di Dunia Musik
Salah satu pencapaian terbesar Vidi datang dari album Persona yang dirilis pada 2016. Album tersebut meraih Triple Platinum setelah penjualannya melampaui 250.000 kopi pada Januari 2017.
Dalam proses produksinya, Vidi berkolaborasi dengan tim Laleilmanino dan melakukan mastering di studio legendaris Abbey Road Studios, London.
Pada 2022, Vidi kembali merilis album Senandika. Album ini berisi refleksi perjalanan hidupnya sejak 2018, termasuk lagu Bertahan Lewati Senja yang menceritakan perjuangannya melawan penyakit serta lagu Dara yang ia persembahkan untuk istrinya.
Perjuangan Melawan Kanker Ginjal
Pada 2019, Vidi Aldiano mengetahui dirinya mengidap Kidney Cancer setelah menjalani pemeriksaan kesehatan karena suaranya sempat hilang.
Pemeriksaan lanjutan menemukan benjolan berukuran sekitar 5 cm di ginjal kirinya. Vidi kemudian menjalani operasi pengangkatan ginjal di Singapura pada Desember 2019.
Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2023, kanker tersebut menyebar ke beberapa bagian tubuhnya. Vidi menjalani terapi rutin setiap tiga minggu untuk mengendalikan penyakit tersebut.
Meski kondisi kesehatannya naik turun, Vidi tetap aktif berkarya dan terus menyebarkan energi positif kepada para penggemarnya.
Dedikasi hingga Akhir Hayat
Selain bernyanyi, Vidi Aldiano juga aktif sebagai pembawa acara televisi dan terlibat dalam berbagai proyek hiburan. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, inspiratif, dan selalu membawa semangat optimisme.
Banyak musisi dan figur publik menyampaikan duka cita melalui media sosial, termasuk vokalis Rian Ekky Pradipta dan musisi Andi Rianto.
Kepergian Vidi Aldiano pada usia 35 tahun meninggalkan jejak besar dalam industri musik Indonesia serta kenangan mendalam bagi para penggemarnya. **
Tidak ada komentar