JAKARTA, Cuitan.id – Pergantian besar terjadi di tubuh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pada November 2025, perusahaan secara resmi mencalonkan Hans Patuwo sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru menggantikan Patrick Walujo. Keputusan ini akan difinalkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 17 Desember 2025.
Bagi investor pemula, mengenal sosok pemimpin baru ini penting sebagai bagian dari analisis fundamental sebelum mengambil keputusan terkait saham GOTO.
Siapa Hans Patuwo? Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Hans Patuwo bukan nama asing di ekosistem GoTo. Ia telah berada di lingkaran manajemen sejak 2021 dan memegang sejumlah posisi strategis.
1. Jabatan di Ekosistem GoTo
Beberapa posisi penting yang pernah ia isi antara lain:
- Chief Operating Officer (COO) GoTo
- President On-Demand Services
- Head of Payments and Financial Services (2021–2022)
- Presiden Financial Technology (2023)
- COO Gojek (2018–2021)
Selain itu, Hans juga menjabat sebagai:
- Direktur Utama PT Gofin Karya Anak Bangsa (GKAB)
- Direktur Utama PT Midtrans
Pengalaman ini menunjukkan bahwa Hans memahami detil operasional dan berbagai lini bisnis inti GoTo, termasuk GoTo Financial.
2. Karier Sebelum Masuk GoTo
Sebelum bergabung dengan Gojek dan GoTo, Hans mengumpulkan pengalaman eksekutif di perusahaan besar, antara lain:
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (Sinar Mas Group) – Jabatan: Chief Operating Officer Divisi Paper (2015–2017)
- McKinsey & Company (2008–2014) – Jabatan: Partner, Penempatan: Shanghai, Singapura, Jakarta, Spesialisasi: strategi bisnis, transformasi korporat, dan manajemen operasional.
3. Latar Belakang Pendidikan
- Bachelor of Science in Chemical Engineering, University of Notre Dame, Indiana, AS, Lulus tahun 1997
Dengan kombinasi pengalaman konsultan global, industri manufaktur besar, serta teknologi, Hans membawa kompetensi yang kuat untuk memimpin GoTo.
Mengapa Patrick Walujo Mengundurkan Diri?
Patrick Walujo, yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak Juni 2023, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim GoTo. Dalam dua tahun kepemimpinannya, ia menilai GoTo telah berada di posisi yang lebih stabil.
Keputusannya mundur dilakukan untuk memastikan kelancaran transisi menuju fase pertumbuhan perusahaan berikutnya.
Dampak Perubahan CEO terhadap Pasar
Menariknya, pasar merespons positif kabar pergantian ini. Saham GOTO sempat naik lebih dari 6% pada hari pengumuman. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kepemimpinan Hans.
Pergantian CEO Terjadi di Tengah Pembahasan Merger dengan Grab
Pergantian pucuk pimpinan terjadi saat GoTo dikabarkan masih melakukan pembahasan terkait potensi merger dengan Grab. Perubahan ini dinilai dapat memperkuat posisi GoTo dalam menghadapi persaingan dan memperbaiki struktur bisnis ke depan. ***
Tidak ada komentar