Perjalanan Inspiratif Lamia Deareni: Dari Pesantren dan Dosen hingga Menjadi Plt Kepala SMPN 8 Sungai Penuh

waktu baca 3 menit
Rabu, 23 Sep 2026 12:11 14 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Menakhodai sebuah lembaga pendidikan tentu membutuhkan fondasi pengalaman yang matang serta rekam jejak yang solid. Hal inilah yang tecermin dari sosok Lamia Deareni, S.Pd., M.Li., yang kini mengemban amanah besar sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 8 Sungai Penuh. Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pendidikan Indonesia.

Perjalanan karier Reni sama sekali tidak terbentuk dalam waktu singkat. Sejak usia belia, ia sudah akrab dengan dunia dakwah dan komunikasi publik. Pada era 2000-an, masyarakat luas sempat mengenal namanya sebagai seorang penceramah cilik dan cukup dikenal hingga tingkat nasional.

Reni juga pernah tampil saat Pembukaan MTQ Tingkat Provinsi Jambi di Kabupaten Kerinci kala itu yang pelaksanaannya dipusatkan di lapangan Merdeka. Pengalaman tampil di hadapan banyak orang sejak usia kanak-kanak tersebut melatih keberanian, ketenangan, serta kemampuan public speaking yang sangat mumpuni.

Bekal komunikasi yang kuat itu semakin terasah ketika ia menuntut ilmu di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan. Lingkungan pesantren membentuk karakternya menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan. Di lembaga pendidikan islam tersebut, Lamia tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga aktif menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris secara fasih.

Konsistensinya dalam belajar membuahkan hasil manis ketika ia mendapatkan sejumlah kesempatan beasiswa pendidikan. Kesempatan emas ini membawanya menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan melanjutkan studi pascasarjana sampai memperoleh gelar Magister (M.Li.) di Medan.

Tidak hanya belajar, Reni juga mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk mengurus lembaga tempatnya bertumbuh. Ia pernah memegang berbagai tanggung jawab penting di Ar-Raudhatul Hasanah Boarding School, mulai dari Bendahara Bidang Litbang, Staf Bidang Pengasuhan Santri, hingga dipercaya memimpin bidang pembinaan bahasa dan public speaking. Peran-peran ini mempertemukannya secara langsung dengan dinamika pengelolaan pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik.

Kapasitas intelektual dan pengalamannya yang luas kemudian membawanya naik tingkat ke jenjang pendidikan tinggi. Lamia melebarkan sayap pengabdiannya dengan mengemban tugas sebagai dosen di STIT Ar-Raudhatul Hasanah Medan. Berinteraksi langsung dengan mahasiswa memberikan perspektif baru baginya dalam memahami dunia akademik yang lebih kompleks.

Setelah malang melintang di dunia pesantren dan perguruan tinggi, Lamia memutuskan untuk mengabdikan diri sebagai aparatur negara. Ia lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Pengalaman bekerja di sektor birokrasi pemerintahan semakin memperkaya pemahamannya mengenai tata kelola pelayanan publik yang efektif dan profesional.

Kini, seluruh akumulasi pengalaman berharga tersebut bermuara pada satu titik pengabdian baru. Berbekal latar belakang sebagai santri, penceramah, pengurus pesantren, dosen, hingga birokrat, Lamia Deareni siap membawa perubahan positif di SMP Negeri 8 Sungai Penuh. Kehadirannya diharapkan mampu mendongkrak mutu pendidikan, memperkuat karakter siswa, serta membawa sekolah tersebut menorehkan prestasi yang lebih gemilang di masa depan.

Beberapa pengalaman yang pernah dijalaninya antara lain:

  • Pendidikan di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan.
  • Aktivitas sebagai penceramah cilik pada era 2000-an.
  • Bendahara Bidang Litbang di Ar-Raudhatul Hasanah Boarding School.
  • Staf Bidang Pengasuhan Santri di Ar-Raudhatul Hasanah Islamic Boarding School.
  • Kasi Bidang Pembinaan Bahasa dan Public Speaking di Ar-Raudhatul Hasanah Boarding School.
  • Dosen STIT Ar-Raudhatul Hasanah Medan.
  • PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
  • Plt. Kepala SMP Negeri 8 Sungai Penuh.

Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan perjalanan karier yang melewati beberapa ruang pendidikan. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA