Pemkot Sungai Penuh Targetkan Adipura 2028 Lewat Sanitasi Sehat

waktu baca 2 menit
Minggu, 23 Agu 2026 14:07 146 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh makin gencar dalam memperkuat program lingkungan demi mengejar piala Kota Adipura pada 2028. Langkah ini tidak sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi juga fokus membenahi sanitasi, mengubah kebiasaan warga, serta memicu kesadaran masyarakat agar aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, meminta seluruh jajarannya menyiapkan program pendukung yang solid. Menanggapi arahan tersebut, Bapperida Kota Sungai Penuh langsung bergerak cepat menyusun skema strategis yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus memantapkan kesiapan daerah menghadapi penilaian Adipura.

Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Sungai Penuh, Efa Marni, menegaskan komitmen timnya. “Kami langsung menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan merancang sejumlah program pendukung,” ujar Efa, Jumat (21/8/2026).

Pemkot Sungai Penuh menempatkan pembenahan sanitasi sebagai prioritas utama karena dampaknya langsung menyentuh kesehatan masyarakat. Langkah ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pemenuhan air bersih, penyediaan sanitasi layaknya standar kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup warga.

Selain membenahi fasilitas, Pemkot mengajak warga menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Kami menargetkan deklarasi Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) agar Kota Sungai Penuh siap meraih penghargaan STBM dari Kementerian Kesehatan pada 2027,” kata Efa.

Sebagai langkah awal pada 2026, Pemkot memilih Desa Sandaran Galeh di Kecamatan Kumun Debai sebagai percontohan Program Sanitasi Sehat Terpadu. Warga bersama pemerintah akan menguras saluran irigasi, mengelola limbah rumah tangga, dan membenahi sistem pembuangan sampah.

Selama ini, pembuangan sampah yang sembarangan kerap menyumbat aliran air, memicu bau tak sedap, serta menjadi sarang penyakit. Untuk mengatasinya, Pemkot menerapkan skema Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Skema ini memberi manfaat ganda: lingkungan desa menjadi bersih dan warga setempat mendapat peluang kerja serta penghasilan tambahan.

Pemkot Sungai Penuh menggandeng berbagai pihak agar program ini berjalan berkesinambungan. Bapperida mengoordinasikan Dinas PUPR, DLH, Dinas Kesehatan, Kominfo, pihak kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat Kaum Empat Jenis, media, hingga LSM lingkungan.

Efa menambahkan bahwa edukasi kebiasaan hidup bersih harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik. Lewat gotong royong lintas sektor dan keterlibatan aktif warga, Pemkot optimistis dapat menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memboyong predikat Kota Adipura pada 2028. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA