Ilsutrasi sedang melaksanakan Sholat. Cuitan.id – Menunaikan salat tahajud menjadi salah satu cara terbaik bagi seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan sunnah yang luhur ini menyimpan keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang konsisten menjalankannya.
Mengutip panduan dari Mazhab Syafi’i, umat Islam wajib melafalkan niat sebelum memulai takbiratul ihram. Tanpa niat yang tulus, ibadah seseorang menjadi tidak sah karena niat merupakan rukun utama dalam salat. Dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Sholat Wajib dan Sunnah Super Lengkap, Saif Ahad Jamil menegaskan bahwa hukum salat tahajud adalah sunnah muakkad, artinya Rasulullah SAW sangat menganjurkan amalan ini.
Islam tidak membatasi jumlah rakaat dalam salat tahajud. Anda bisa memulainya dari 2 rakaat, 4 rakaat, dan seterusnya sesuai dengan kemampuan.
Rasulullah SAW menyebut ibadah malam ini sebagai salat paling utama setelah salat wajib. Melalui hadits riwayat Muslim, Beliau bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR Muslim).
Sebelum Anda mengangkat tangan untuk takbir, bacalah niat ini di dalam hati atau lisan dengan penuh khusyuk:
1. Niat Salat Tahajud 2 Rakaat اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى Ushallii sunnatattahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat salat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Salat Tahajud 4 Rakaat أصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُدِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى Ushalli sunatattahajjudi arba’a raka’aatin lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat salat sunnah tahajud empat rakaat karena Allah Ta’ala.”
Buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan karya Abd Muqit menjelaskan langkah-langkah praktis untuk mendirikan salat tahajud 2 rakaat berikut ini:
Membaca niat salat tahajud.
Melakukan Takbiratul ihram.
Membaca doa iftitah.
Membaca surah Al-Fatihah.
Membaca salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an.
Rukuk dengan tumakninah.
Itidal.
Sujud.
Berdiri lagi untuk mengulang gerakan yang sama pada rakaat kedua.
Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua.
Mengakhiri salat dengan salam.
Jika Anda ingin menunaikan 4 rakaat sekaligus, Anda memiliki dua pilihan. Pilihan pertama, Anda bisa mengerjakannya dua kali (masing-masing 2 rakaat dengan satu salam). Pilihan kedua, Anda bisa langsung menjalankan 4 rakaat sekaligus dengan satu kali salam di akhir tanpa perlu melakukan tahiyat awal pada rakaat kedua.
Ahmad Hawassy dalam buku Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja membagi waktu pelaksanaan tahajud ke dalam tiga pilihan waktu:
Waktu Utama: Mulai setelah salat Isya sampai pukul 22.00.
Waktu Lebih Utama: Memasuki sepertiga malam kedua, yaitu pukul 22.00 sampai pukul 01.00 dini hari.
Waktu Paling Utama: Berada pada sepertiga malam terakhir, mulai pukul 01.00 dini hari hingga menjelang waktu Subuh.
Rasulullah SAW sendiri selalu memilih sepertiga malam terakhir untuk bermunajat kepada Allah SWT. Dalam sebuah riwayat Ahmad, Abu Dzar menceritakan sabda Nabi Muhammad SAW:
“Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga malam yang terakhir. Sayang sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad).
Setelah mengucapkan salam, luangkanlah waktu sejenak untuk memanjatkan doa. Nasrullah dan Tim Shahih dalam Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap merangkum doa yang bersumber langsung dari Rasulullah SAW berikut ini:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Mari kita hiasi malam-malam kita dengan sujud dan doa yang tulus, memohon ampunan serta keberkahan hidup langsung dari sang Pencipta alam semesta.
Wallahu a’lam. **
Tidak ada komentar