Menag Nasaruddin Umar Fokus Tugas Negara, Rektor IAIN Kerinci Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Agu 2026 08:11 12 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memilih untuk tetap mendedikasikan seluruh energi dan perhatiannya demi menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah riuhnya dukungan yang mendorong dirinya maju dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 di Jombang, Menag menegaskan komitmennya untuk mengutamakan tugas-tugas kenegaraan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan penegasan ini secara langsung di Jombang pada Kamis (27/8). Ia menyebutkan bahwa Menag Nasaruddin Umar melangkah penuh fokus untuk meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan antarumat, serta memajukan pendidikan keagamaan di seluruh pelosok Nusantara.

Langkah tegas Menag Nasaruddin Umar mendapat sambutan hangat dari Rektor IAIN Kerinci, Prof. Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si. Menurutnya, keputusan Menteri Agama untuk tegak lurus mengawal tugas negara merupakan langkah sangat bijak. Kementerian Agama memegang peranan kunci dalam mengayomi pembinaan umat dan menjaga harmoni sosial secara berkelanjutan.

“Menteri Agama memikul amanah besar dari Presiden untuk membina kehidupan beragama dan memperkokoh persaudaraan nasional. Fokus menjalankan tugas ini menjadi kunci utama menghadirkan pelayanan publik serta pendidikan agama yang makin berkualitas bagi masyarakat luas,” ungkap Prof. Jafar Ahmad saat memberikan pandangannya.

Prof. Jafar memahami betul betapa dinamisnya pergerakan organisasi masyarakat seperti NU dalam mengawal perjalanan bangsa. Kendati demikian, ia mengingatkan publik agar menempatkan segenap aspirasi Muktamar NU secara proporsional. Harapannya, dinamika tersebut tidak mengganggu konsentrasi Menteri Agama dalam melayani masyarakat.

“Kita tentu menghormati setiap aspirasi dan dorongan yang berkembang di arena Muktamar NU. Namun, tugas menteri adalah amanah negara yang menuntut kesungguhan penuh. Kedua hal ini bisa berjalan di relnya masing-masing demi kebaikan bangsa dan umat,” tegas Rektor IAIN Kerinci tersebut.

Prof. Jafar Ahmad juga menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara Kementerian Agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh ormas keagamaan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian dalam merawat keberagaman Indonesia yang begitu kaya.

“Kemenag perlu terus mengulurkan tangan dan membuka ruang dialog bersama ormas keagamaan. Perbedaan pilihan di internal organisasi itu wajar. Yang terpenting, kita semua tetap merawat persatuan dan menghadirkan manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Jafar menegaskan peran vital Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti IAIN Kerinci. Kampus tak sekadar menjadi tempat mencetak lulusan bergelar sarjana, tetapi juga wadah membentuk generasi berkarakter, berintegritas, dan mencintai Tanah Air.

“IAIN Kerinci siap menjadi mitra strategis pemerintah. Kami terus memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk melahirkan generasi penggerak kerukunan di tengah keberagaman,” jelas Prof. Jafar.

Menutup pernyataannya, ia mendoakan agar Muktamar ke-35 NU di Jombang melahirkan kepemimpinan dan program kerja unggulan yang makin memberdayakan umat. Ia optimistis, baik Kementerian Agama maupun NU akan terus berjalan seiring dalam menjaga fondasi kedamaian di Indonesia. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA