Waspada Makanan Tinggi Gula, Ini Daftar Lengkap dan Dampaknya bagi Kesehatan. (alodokter.com) JAKARTA, Cuitan.id – Makanan tinggi gula sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan sering dikonsumsi secara berlebihan tanpa disadari. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.
Gula dalam makanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu gula alami dan gula tambahan. Gula alami berasal dari buah dan susu, seperti fruktosa dan laktosa. Sementara itu, gula tambahan biasanya ditambahkan saat proses produksi makanan dan minuman, seperti sukrosa, maltodekstrin, dan dekstrosa.
Selain memberikan rasa manis, gula tambahan juga berfungsi memperbaiki tekstur serta memperpanjang masa simpan produk.
Berikut beberapa makanan tinggi gula yang sering dikonsumsi dan sebaiknya tidak berlebihan:
1. Camilan manis dan kue kering
Donat, brownies, biskuit, wafer, martabak manis, dan permen mengandung gula tinggi namun rendah serat, sehingga tidak memberi rasa kenyang lebih lama.
2. Sereal sarapan
Sereal beraroma cokelat atau buah sering mengandung gula tambahan tinggi. Konsumsi berlebihan tanpa memperhatikan takaran dapat meningkatkan asupan gula harian.
3. Makanan olahan
Saus tomat, saus sambal, kecap manis, roti tawar, mayones, sosis, nugget, dan daging olahan kerap mengandung gula tersembunyi yang sering tidak disadari.
4. Fast food
Burger, ayam goreng, kentang goreng, dan pizza biasanya mengandung gula dari saus dan bumbu. Selain tinggi gula, makanan cepat saji juga kaya kalori, lemak jenuh, dan garam.
5. Jajanan tradisional dan makanan manis
Kue cubit, klepon, lupis, es campur, dan jajanan pasar lainnya mengandung gula dan santan yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Selain makanan, minuman seperti boba, kopi kekinian, teh manis, soda, susu kental manis, dan jus kemasan juga termasuk minuman tinggi gula yang perlu dibatasi.
Gula memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, kelebihan glukosa akan disimpan sebagai lemak.
Dampak yang dapat muncul antara lain:
Kenaikan berat badan dan obesitas
Risiko diabetes tipe 2
Penyakit jantung
Kerusakan gigi dan gigi berlubang
Gangguan metabolisme dan peradangan dalam tubuh
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi penderita diabetes dan penyakit jantung.
Untuk menjaga kesehatan, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:
Selalu membaca label kandungan gula pada produk kemasan
Mengganti camilan manis dengan buah segar
Memasak sendiri di rumah agar gula lebih terkontrol
Mengurangi minuman manis dan memperbanyak air putih
Membatasi penggunaan gula tambahan saat memasak
Mengontrol asupan gula merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang dan mencegah berbagai penyakit. ***
Tidak ada komentar