Liga Nasional Urawa VI 2026 Resmi Bergulir: Panggung Megah Sepak Bola Veteran

waktu baca 3 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 20:54 76 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Turnamen sepak bola bergengsi Liga Nasional Urawa VI 2026 resmi menghentak Stadion Swarna Bhumi Jambi, Sabtu (22/8/2026). Kompetisi skala nasional ini menghadirkan tensi tinggi sekaligus atmosfer hangat lewat persaingan sengit para pemain kawakan dari berbagai belahan Indonesia.

Tahun ini, kompetisi menghadirkan peta persaingan yang makin tajam dengan partisipasi total 16 tim tangguh. Panitia membagi turnamen ke dalam dua kategori kelompok umur untuk memastikan laga berjalan adil dan kompetitif:

  • Kategori U-40: Mengadu kekuatan 6 tim pilihan yang siap menyuguhkan kecepatan dan taktik permainan dinamis.
  • Kategori U-50: Mempertemukan 10 tim veteran yang mengandalkan kematangan strategi, jam terbang, serta stamina prima.

Liga Nasional Urawa VI membuktikan daya tariknya sebagai salah satu turnamen antar-komunitas terbesar. Tim-tim peserta menempuh perjalanan jauh dari DKI Jakarta, Bekasi, Kepulauan Riau, Pekanbaru, hingga Sumatera Barat untuk menantang skuad tuan rumah Provinsi Jambi.

Ajang ini bukan cuma soal memperebutkan piala dan gengsi juara. Seluruh rangkaian pertandingan menjadi bukti nyata bahwa usia 40 hingga 50 tahun sama sekali tidak memadamkan performa serta postur fisik ideal para atlet.

Komunitas Urawa sukses mengemas gelaran keenam ini sebagai agenda tahunan yang konsisten, profesional, dan penuh gengsi. Kompetisi ini terus bergulir untuk mencetak standar baru turnamen sepak bola veteran yang mampu menyedot perhatian pecinta bola tanah air.

Dalam sambutan dan arahannya saat membuka Turnamen Liga Nasional Urawa VI 2026, Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi semangat para peserta yang tetap aktif berolahraga meski telah memasuki usia 40 hingga 50 tahun.

Menurutnya, sepak bola tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan. “Kita bangga, ciri khas orang Minang boleh merantau ke mana saja, tetapi tetap kembali ke kampung. Ini contohnya, kembali ke lapangan sepak bola,” ujar Al Haris.

Ia menilai kehadiran para peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa semangat bermain sepak bola tetap tumbuh meski usia tidak lagi muda. “Di usia 40 sampai 50 tahun kita masih bisa main sepak bola. Ini bisa mempertahankan postur tubuh dengan bermain sepak bola. Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” katanya.

Al Haris juga mengapresiasi komunitas Urawa yang mampu mempertemukan masyarakat Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah dan profesi. “Meski beda profesi dan merantau ke mana saja, tetapi tetap membentuk URAWA dengan sepak bola. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Menurut Al Haris, sepak bola telah menjadi salah satu wadah yang mampu menjaga hubungan antarsesama perantau Minang. Pertandingan tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bertemu, bernostalgia, dan memperkuat tali silaturahmi.

Ia berharap Liga Nasional Urawa VI 2026 dapat berlangsung sukses dan menjadi agenda yang terus memperkuat persatuan masyarakat Minang, khususnya para perantau yang berada di berbagai wilayah Indonesia. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA