Doa masuk bulan syaban lengkap huruf Arab dan Artinya.(Ilustrasi AI) JAKARTA, Cuitan.id – Bulan Sya’ban menempati posisi istimewa dalam kalender Hijriah, berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadhan. Meski sering dianggap sebagai fase transisi, bulan ini memiliki berbagai keutamaan yang erat kaitannya dengan peningkatan ibadah dan persiapan spiritual menuju Ramadhan.
Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sya’ban bukan sekadar bulan penghubung, tetapi waktu penting untuk menata kualitas keimanan dan amal saleh sebelum memasuki bulan puasa.
Sya’ban dikenal sebagai bulan dengan kedekatan khusus dengan Rasulullah SAW, sebagaimana sabda beliau:
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
Hadis ini menunjukkan perhatian Rasulullah SAW terhadap Sya’ban sebagai bulan yang sarat ibadah dan kedekatan spiritual.
Sya’ban juga dikenal sebagai Syahrul Qurra’ atau bulan para pembaca Al-Qur’an. Para ulama salaf menganjurkan untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an di bulan ini.
Riwayat menyebutkan:
Hubaib bin Abi Tsabit berkata, “Ini adalah bulan para pembaca Al-Qur’an.”
Amru bin Qais al-Mula’iy menutup tokonya untuk fokus membaca Al-Qur’an.
Momentum ini menegaskan pentingnya memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an menjelang Ramadhan.
Sya’ban juga dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sesuai perintah Allah dalam QS Al-Ahzab ayat 56:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi.”
Karena ayat ini diturunkan pada bulan Sya’ban, banyak ulama menyebutnya sebagai waktu terbaik untuk menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Para ulama membandingkan Sya’ban dengan masa perawatan amal sebelum panen ibadah di Ramadhan:
“Bulan Rajab adalah masa menanam, bulan Sya’ban adalah masa menyiram, dan bulan Ramadhan adalah masa memanen.”
Amalan di Sya’ban sangat menentukan kualitas ibadah di bulan puasa.
Keutamaan lainnya adalah pengangkatan amal manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban karena:
“Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, dan amal-amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah)
Ini menegaskan pentingnya Sya’ban dalam siklus ibadah tahunan umat Islam.
Bulan Sya’ban bukan sekadar penghubung antara Rajab dan Ramadhan, melainkan waktu memaksimalkan ibadah, memperbanyak amal saleh, dan menyiapkan diri lahir-batin menyambut Ramadhan. Memahami keistimewaan bulan ini akan membantu umat Islam meningkatkan kualitas spiritual dan ibadah. ***
Tidak ada komentar