Kearifan Lokal Desa Danau Tinggi: Mengambil Hasil Alam Tanpa Merusak

waktu baca 4 menit
Minggu, 31 Mei 2026 11:00 91 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id – Berbicara tentang Destinasi Wisata, Kabupaten Kerinci memang tiada pernah habis. Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, baik itu bersama keluarga, sahabat maupun pujaan hati.

Ketika lelah dari kesibukan aktivitas sehari-hari, Kerinci seringkali menjadi tujuan untuk sejenak melepas penat. Selain suasana sejuk dan asri, Kerinci juga menawarkan banyak pilhan tempat wisata.

Salah satunya Desa Danau Tinggi di Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci. Desa ini menyimpan sejuta pesona yang siap memikat hati siapa saja yang datang berkunjung.

Udara sejuk khas pegunungan dan panorama alam yang memukau menjadikan desa ini sebagai destinasi sempurna.

Di sini, Anda bisa menikmati perpaduan epik antara keindahan alam, agrowisata subur, dan kearifan lokal yang masih terjaga erat oleh masyarakat setempat.

Menatap Magisnya Bukit Tirai Embun

Daya tarik utama desa ini terletak pada Bukit Tirai Embun. Masyarakat dan pelancong kerap menjuluki tempat ini sebagai “Negeri di Atas Awan”.

Saat pagi menyapa, hamparan kabut putih tebal menyelimuti seluruh lembah. Fenomena ini menciptakan pemandangan magis yang membuat Anda merasa sedang berdiri di atas awan.

Keindahan tersebut tampil makin sempurna dengan latar belakang Gunung Kerinci. Gunung tertinggi di Pulau Sumatra ini berdiri gagah dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat setempat.

Para pemburu matahari terbit (sunrise) dan pencinta fotografi pasti akan betah berlama-lama di sini untuk mengabadikan momen emas tersebut.

Maka para pengunjung disarankan untuk bermalam atau Camping dilokasi ini, agar momen pagi hari bisa didapatkan.

Kearifan Lokal Desa Danau Tinggi: Mengambil Hasil Alam Tanpa Merusak

Hamparan Rumput di Desa Danau Tinggi. (Foto: Facebook Milenial Monadi)

Menjelajahi Agrowisata yang Menyegarkan Mata

Selain menyuguhkan pemandangan awan, kawasan sekitar Bukit Tirai Embun juga menyimpan potensi agrowisata yang luar biasa. Perkebunan sayur yang hijau dan rapi menghiasi sepanjang perbukitan, menyegarkan mata setiap pengunjung. Lahan subur ini menjadi sumber penghidupan utama bagi warga desa.

Tanah vulkanis yang subur menghasilkan berbagai komoditas hortikultura berkualitas tinggi, seperti: Kol segar dan sawi hijau, Kentang berkualitas, Wortel manis, dan berbagai jenis sayuran segar lainnya

Aktivitas di sini tidak sekadar memandang alam. Anda bisa berinteraksi langsung dengan para petani lokal yang ramah, melihat cara mereka merawat tanaman, hingga membeli hasil panen segar langsung dari kebunnya.

Merawat Tradisi, Menjaga Alam Sekitar

Desa Danau Tinggi juga terkenal karena komitmen masyarakatnya dalam melestarikan budaya leluhur. Warga desa masih mempraktikkan cara tradisional untuk menangkap ikan di sungai dan danau sekitar.

“Kami percaya bahwa menjaga tradisi berarti merawat identitas asli kami sebagai anak cucu Kerinci.” — Warga Desa Danau Tinggi.

Ada dua metode ramah lingkungan yang mengakar kuat di desa ini:

  1. Nangguk: Menangkap ikan menggunakan jaring tradisional bermulut lebar.

  2. Lukah: Memasang perangkap ikan khusus yang terbuat dari bambu.

Dua tradisi ini membuktikan bahwa masyarakat setempat memanfaatkan kekayaan alam secara bijaksana. Metode ini sama sekali tidak merusak ekosistem air, sehingga habitat ikan tetap lestari hingga generasi mendatang. Orang tua di desa ini juga aktif mewariskan pengetahuan lokal ini kepada anak-cucu mereka agar tidak tergerus zaman.

Bupati Monadi Puji Kelestarian Budaya Danau Tinggi

Saat berkunjung langsung dan berwisata ke desa ini, Bupati Kerinci, Monadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya warga setempat. Beliau mengajak semua pihak untuk terus melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Danau Tinggi.

“Menangkap ikan dengan menggunakan jaring atau nangguk dalam bahasa daerah, serta memasang perangkap ikan dari bambu yang disebut lukah, merupakan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini,” ujar Bupati Monadi saat memantau aktivitas warga.

Beliau juga menambahkan bahwa cara-cara tradisional ini memiliki nilai filosofis yang dalam bagi lingkungan. Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat, metode penangkapan ikan tradisional ini mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.

“Warisan budaya seperti ini patut kita jaga dan lestarikan bersama agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” tegas Bupati Monadi.

Melalui metode nangguk dan lukah ini, warga membuktikan bahwa mereka bisa mengambil hasil bumi tanpa harus merusak ekosistem air. Hal ini membuat habitat ikan di sungai dan danau desa tetap lestari serta terhindar dari kerusakan.

Destinasi Autentik yang Wajib Anda Kunjungi

Dengan seluruh kekayaan alam, potensi agrowisata yang subur, serta budaya yang lestari, Desa Danau Tinggi memegang peluang besar sebagai destinasi wisata unggulan di Jambi.

Jika Anda mencari petualangan yang menawarkan pengalaman autentik, kedamaian alam, dan kehangatan budaya lokal, coret daftar perjalanan Anda dan kemas barang menuju Desa Danau Tinggi sekarang juga! **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA