Jangan Langsung Duduk! Ini Aturan Shalat Tahiyatul Masjid

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 18:00 18 admincuitan

Cuitan.id – Masjid merupakan rumah Allah yang memiliki kedudukan paling mulia dalam Islam. Oleh karena itu, syariat mengajarkan kita untuk menjaga adab saat memasukinya sebagai bentuk penghormatan.

Salah satu adab utama yang Rasulullah SAW anjurkan adalah menunaikan shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat sebelum kita duduk. Namun, tahukah Anda bahwa ada kondisi tertentu yang justru melarang kita melaksanakan shalat sunnah ini?

Yuk, pahami aturan dan skala prioritasnya agar ibadah kita makin sempurna!

Sunnah Dua Rakaat Sebelum Anda Duduk

Rasulullah SAW memberikan panduan yang sangat jelas bagi setiap muslim yang melangkah masuk ke dalam masjid. Beliau bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk sebelum melaksanakan dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama fikih memperkuat anjuran ini. Dalam kitab Fathul Mu’in, Syekh Zainuddin al-Malibari menjelaskan bahwa hukum shalat ini berlaku bagi siapa saja yang masuk masjid, bahkan jika orang tersebut masuk berulang kali atau tidak berniat untuk duduk lama.

Mengingat pentingnya amalan ini, para ulama menilai makruh bagi seseorang yang sengaja langsung duduk tanpa alasan atau uzur yang jelas.

Kondisi Khusus: Kapan Kita Harus Melewatkan Tahiyatul Masjid?

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk memahami skala prioritas dalam beribadah. Ada satu momen ketika Anda justru sebaiknya tidak melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid.

Kitab Fathul Mu’in memberikan panduan konkret:

نعم، إن قرب قيام مكتوبة جمعة أو غيرها، وخشي لو اشتغل بالتحية فوات فضيلة التحرم انتظره قائما

“Ya, jika sudah dekat didirikannya shalat wajib—baik Jumat atau lainnya—dan ia khawatir jika sibuk dengan Tahiyyatul Masjid akan kehilangan keutamaan takbiratul ihram, maka ia menunggu dalam keadaan berdiri.”

Jadi, jika muazin sudah mengumandangkan iqamah atau imam telah bersiap memulai shalat wajib, Anda harus mendahulukan shalat berjamaah. Mengejar keutamaan takbiratul ihram bersama imam jauh lebih utama daripada memaksakan diri shalat sunnah.

Cara Bersikap Saat Shalat Wajib Segera Mulai

Jika Anda berada dalam situasi kritis ini, ikuti langkah berikut agar tetap menjaga adab masjid:

  • Jangan Langsung Duduk: Tetaplah berdiri di baris shaf Anda.

  • Tunggu Imam: Berdirilah dengan tenang sambil menunggu muazin menyelesaikan iqamah atau hingga imam memulai shalat.

  • Ikuti Takbir Pertama: Langsung bergabung begitu imam melakukan takbiratul ihram.

Aturan ini sama sekali tidak meremehkan shalat Tahiyatul Masjid. Sebaliknya, Islam menuntun kita untuk selalu cerdas memilih amalan yang mendatangkan pahala terbesar pada waktu yang tepat. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA