Isra Mi’raj 2025. Kenali hikmah dan amalan Isra Miraj(freepik.com) JAKARTA, Cuitan.id – Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Perjalanan spiritual ini menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus tonggak penting dalam penetapan shalat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Muslim.
Peristiwa Isra Miraj diyakini terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-12 kenabian, ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan luar biasa dalam waktu satu malam.
Berdasarkan berbagai sumber keislaman, pada malam Isra Miraj Nabi Muhammad SAW berada di Masjidil Haram, Makkah. Atas izin Allah SWT, beliau diperjalankan menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem dengan menaiki Buraq.
Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj, menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi terdahulu di setiap lapisan langit.
Pada lapisan langit ketujuh, Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam.
Isra Miraj memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Peristiwa ini menegaskan bahwa shalat merupakan ibadah utama dan sarana penghubung langsung antara hamba dengan Allah SWT.
Isra Miraj juga menunjukkan bahwa kekuasaan Allah SWT melampaui logika manusia. Perjalanan yang secara akal sulit diterima tersebut berlangsung hanya dalam satu malam sebagai bentuk mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Al-Qur’an menegaskan peristiwa Isra Miraj dalam QS Al-Isra ayat 1, yang menekankan kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Rasulullah SAW sebagai utusan-Nya.
Selain itu, dalam QS An-Najm ayat 13–18, Allah SWT menjelaskan kebesaran tanda-tanda yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW, termasuk penglihatannya terhadap Sidratul Muntaha serta gambaran surga dan neraka.
Isra Miraj dipahami sebagai mukjizat yang sepenuhnya terjadi atas kehendak Allah SWT. Nabi Muhammad SAW tercatat sebagai satu-satunya manusia yang mengalami perjalanan spiritual tersebut secara langsung.
Gambaran surga dan neraka yang diperlihatkan kepada Rasulullah SAW menjadi penguat keyakinan umat Islam tentang adanya kehidupan akhirat setelah kematian.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026.
Tanggal tersebut berpotensi menjadi hari libur nasional, sebagaimana Isra Miraj termasuk dalam daftar hari besar keagamaan yang biasanya ditetapkan pemerintah.
Momentum Isra Miraj menjadi ajakan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas shalat, memperkuat keimanan, serta memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman terhadap makna Isra Miraj diharapkan mampu menumbuhkan ketakwaan dan akhlak mulia dalam setiap aspek kehidupan. ***
Tidak ada komentar