Peristiwa Isra’ Mi’raj(freepik.com) JAKARTA, Cuitan.id – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini menceritakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, yang menjadi tonggak penting bagi umat Islam karena berkaitan langsung dengan perintah shalat lima waktu.
Berikut penjelasan lengkap tentang Isra Mi’raj, ringkasan kisah, dan hikmah yang bisa dipetik umat Islam, dilansir dari Baznas.
Isra Mi’raj terdiri dari dua peristiwa yang saling terkait:
Isra: Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem) pada malam hari.
Mi’raj: Kenaikan Nabi Muhammad SAW ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, menerima perintah langsung dari Allah SWT.
Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang sarat makna tentang keimanan, ketakwaan, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Peristiwa Isra disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 1, yang menjelaskan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
1. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra)
Rasulullah SAW melakukan perjalanan dengan bimbingan Malaikat Jibril menggunakan kendaraan bernama Buraq. Perjalanan ini terjadi dalam keadaan terjaga, bukan mimpi, menurut sebagian ulama.
2. Singgah di Beberapa Tempat
Beberapa riwayat menyebut Nabi Muhammad SAW singgah dan shalat di tempat-tempat berikut:
Madinah (tempat hijrah Nabi Muhammad SAW)
Madyan (kisah Nabi Musa AS)
Thuur Sina / Bukit Sinai
Baitul Lahm / Bethlehem
Masjidil Aqsa
3. Pilihan Susu
Rasulullah SAW dihadapkan pada pilihan minuman yang melambangkan kebaikan dan keburukan, dan memilih susu, simbol kesucian dan jalan kebenaran.
4. Perjalanan Mi’raj ke Sidratul Muntaha
Rasulullah SAW naik ke langit bersama Malaikat Jibril, melewati tujuh lapis langit, bertemu para nabi terdahulu:
Langit 1: Nabi Adam AS
Langit 2: Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
Langit 3: Nabi Yusuf AS
Langit 4: Nabi Idris AS
Langit 5: Nabi Harun AS
Langit 6: Nabi Musa AS
Langit 7: Nabi Ibrahim AS
Penguatan keimanan dan ketakwaan
Isra Mi’raj mengajarkan bahwa iman dibangun melalui keyakinan pada kebesaran Allah SWT.
Shalat sebagai prioritas
Perintah shalat lima waktu menjadi inti peristiwa ini, menegaskan pentingnya ibadah sebagai fondasi hidup.
Memilih kebaikan
Simbol pilihan susu mengajarkan umat Islam untuk memilih jalan lurus dan bermanfaat.
Memperbaiki diri
Isra Mi’raj menjadi momen evaluasi akhlak, disiplin ibadah, dan ketertiban hidup.
Isra Mi’raj diperingati setiap 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Tahun 2026, tanggal ini jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026 (27 Rajab 1447 H). ***
Tidak ada komentar