Cuitan.id – Puasa Ramadan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh dan mampu menjalankannya. Ibadah ini menuntut umat Islam menahan makan, minum, dan segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, sebagian orang mempertanyakan hukum puasa setengah hari bagi orang dewasa. Apakah puasa seperti itu sah menurut syariat Islam?
Ketentuan Puasa dalam Al Quran
Allah SWT menegaskan perintah menyempurnakan puasa dalam Surat Al-Baqarah ayat 187:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam (waktu fajar), kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang waktu malam.”
Ayat tersebut memerintahkan umat Islam menyelesaikan puasa hingga malam atau waktu maghrib. Artinya, seseorang tidak boleh menghentikan puasa di tengah hari tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Penjelasan Ulama Mazhab Syafi’i
Ulama mazhab Syafi’i, seperti Imam Asy-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzzab, menegaskan bahwa puasa setengah hari bagi orang dewasa tidak sah jika diniatkan sebagai puasa wajib.
Puasa Ramadan harus berlangsung penuh sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Jika seseorang sengaja membatalkan puasa di siang hari tanpa uzur syar’i, maka puasa tersebut batal dan wajib diganti (qadha).
Uzur syar’i yang membolehkan berbuka antara lain:
-
Sakit berat
-
Hamil atau menyusui
-
Perjalanan jauh (safar)
Selain alasan tersebut, menghentikan puasa sebelum maghrib bertentangan dengan ketentuan syariat.
Perbedaan dengan Puasa Anak-Anak
Anak yang belum baligh tidak memikul kewajiban puasa. Orang tua kerap mengenalkan puasa setengah hari sebagai latihan. Praktik ini bertujuan mendidik anak agar terbiasa berpuasa penuh saat sudah wajib.
Dalam fikih, tidak dikenal istilah “puasa bedug”. Namun, ulama memandang latihan tersebut sebagai bagian dari pendidikan (tarbiyah), bukan sebagai puasa wajib.
Puasa setengah hari bagi orang dewasa tanpa alasan syar’i tidak sah menurut pendapat ulama. Setiap Muslim yang telah baligh dan mampu wajib menyempurnakan puasa dari fajar hingga maghrib sesuai perintah dalam Al Quran.
Karena itu, umat Islam perlu memahami ketentuan ini agar ibadah Ramadan berjalan sah dan sesuai tuntunan syariat. ***
Tidak ada komentar