Foto: Sidang eksepsi kasus dugaan penjualan narkotika di Rutan Salemba, Jakarta Pusat dengan terdakwa mantan artis Ammar Zoni dkk ditunda. (Mulia/detikcom). JAKARTA, Cuitan.id — Ammar Zoni kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan peredaran narkoba yang menyeret namanya di Lapas Salemba. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui sambungan video call dari Lapas Nusakambangan.
Dalam agenda kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara tegas menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan pihak Ammar Zoni. Menurut JPU, surat dakwaan sudah memenuhi syarat formil dan materiil sebagaimana diatur Pasal 143 KUHAP.
Kuasa hukum Ammar sebelumnya menilai pemeriksaan awal tidak sah karena kliennya diklaim tidak didampingi penasihat hukum. Namun JPU mematahkan argumen tersebut dengan membeberkan fakta bahwa Ammar telah didampingi pengacara dari Polsek Cempaka Putih sejak awal Januari 2025.
“Berdasarkan berita acara pemeriksaan, tersangka telah didampingi penasihat hukum bernama Pipin, SH, MH pada 4 Januari 2025,” ujar JPU dalam sidang, Kamis (20/11/2025).
JPU kemudian meminta majelis hakim menolak eksepsi dan menyatakan bahwa dakwaan sudah layak dijadikan dasar pemeriksaan perkara.
Dalam persidangan, Ammar kembali menyampaikan dua permohonan. Yang pertama, ia meminta kesempatan untuk hadir langsung di ruang sidang pada agenda berikutnya.
“Apakah kami diperbolehkan hadir langsung pada keputusan minggu depan?” tanya Ammar kepada majelis hakim.
Ketua Majelis Hakim Dwi Elyarahma Sulistyowati menjelaskan bahwa kehadiran Ammar secara langsung belum diperlukan, namun keputusan lebih lanjut akan dimusyawarahkan oleh majelis.
Permintaan kedua Ammar bersifat pribadi. Ia mengaku sangat merindukan dua anaknya dari pernikahan dengan Irish Bella. Kuasa hukumnya, Jon Mathias, menyampaikan harapan kliennya agar dapat kembali berkomunikasi dengan anak-anaknya.
“Dia rindu anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak seolah menganggap ayahnya sudah tidak ada,” kata Jon.
Pihak Ammar berharap Irish Bella dapat memberikan akses komunikasi, meskipun hanya sebatas mendengar suara anak-anaknya.
“Minimal anak-anak tahu bahwa ayahnya masih ada,” tambah Jon. ***
Tidak ada komentar