Dosen IAIN Kerinci Kupas Etika Bisnis Islam di Panggung Internasional Malaysia

waktu baca 3 menit
Jumat, 2 Okt 2026 22:13 2 admincuitan

MALAYSIA, Cuitan.id – Perjalanan membanggakan kembali menorehkan nama Indonesia di kancah internasional. Kali ini, Dr. Zufriani, M.H.I., dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, membagikan gagasan briliannya sebagai pembicara utama dalam ILP613: Global Leadership Seminar di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Seminar bergengsi ini mengusung tema besar “Synergizing Malaysia-Indonesia: Bridging Leadership, Building Futures.” Acara bertaraf internasional tersebut mempertemukan para akademisi, pemimpin institusi, tenaga administrasi, serta mahasiswa dari kedua negara di Putra Nilai, Negeri Sembilan, guna mempererat kerja sama akademik serta membangun jejaring kepemimpinan masa depan.

Dalam sesi Leadership Talk 4, Dr. Zufriani memukau audiens lewat materi bertajuk “At-Tijārah al-Mubīqah (Destructive Business & Trade): Qur’an, Ḥadīth, Qawā’id al-Fiqhīyyah & Maqāṣid al-Sharī’ah Perspective.”

Melalui topik tersebut, beliau membedah bagaimana aktivitas perdagangan modern kerap terjebak dalam orientasi keuntungan semata tanpa mempedulikan keadilan, kejujuran, serta tanggung jawab sosial. Untuk menjawab tantangan ini, beliau menawarkan empat landasan utama:

  • Al-Qur’an
  • Hadis
  • Qawā’id al-fiqhīyyah
  • Maqāṣid al-sharī’ah

Pendekatan ini memandang aktivitas ekonomi bukan sekadar transaksi material, melainkan bentuk ibadah yang sarat dimensi moral, sosial, dan hukum. Berdasarkan prinsip maqāṣid al-sharī’ah, praktik bisnis wajib mewujudkan kemaslahatan publik sekaligus mencegah segala bentuk kemudaratan, menjaga hak-hak pihak terkait, serta menghadirkan keadilan yang merata.

Materi ini dinilai sangat relevan menghadapi dinamika ekonomi global yang menuntut transformasi bisnis berbasis etika dan nilai kemanusiaan yang kokoh.

Seminar internasional ini mencatat antusiasme tinggi dengan kehadiran 120 peserta dari 19 entitas berbeda. Delegasi tersebut mencakup 14 institusi pendidikan tinggi Indonesia, empat lembaga pendidikan tambahan, serta ASEAN Academic Association (ASEANACA) sebagai association partner.

Komposisi peserta terdiri dari:

  • 44% kalangan akademik
  • 22% unsur pimpinan institusi
  • 20% tenaga administrasi
  • 14% mahasiswa

Delegasi ASEANACA hadir di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Tulus Suryanto, MM., AKT., CA. selaku Presiden ASEANACA, serta mendapat sambutan hangat dari Professor Dr. Yarina Ahmad, Penolong Naib Canselor ILD UiTM.

Sejumlah pakar terkemuka turut berbagi panggung sebagai pembicara, antara lain:

  • Dr. Tulus Suryanto membawakan materi “Collaboration for Recognition and Reputation.”
  • Prof. Dr. Idaya Husna binti Mohd memaparkan materi “ILD UiTM: Shaping Leaders, Strengthening Institutions.”
  • Elsya Meida Arif, S.E., Ak., M.Ak. dari Universitas Borobudur Jakarta membahas “Determinants of Public Accountability in Cultural Heritage Institutions.”

Keikutsertaan Dr. Zufriani dalam forum ini membuktikan bahwa akademisi IAIN Kerinci mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam diskursus ilmiah tingkat regional.

Masuknya perspektif hukum Islam dan maqāṣid al-sharī’ah dalam perbincangan kepemimpinan global memperkaya khazanah pemikiran dunia usaha dan pembangunan institusi.

Lebih dari sekadar seminar, acara ini membuka peluang emas bagi Indonesia dan Malaysia untuk merajut kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, riset, serta pengembangan keilmuan di masa depan. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA