Diabetes Usia Muda Melejit, Wamenkes Keluarkan Peringatan

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Nov 2025 22:00 39 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan bahwa jumlah penderita diabetes di usia muda terus mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, tercatat 1 dari 9 penduduk Indonesia mengidap diabetes, dan hampir sepertiganya berada dalam kondisi obesitas—faktor risiko utama diabetes pada kelompok usia produktif.

“Sebagian besar anak muda dengan obesitas dan gaya hidup sedentari memiliki peluang lebih besar terkena diabetes,” ujar Dante dalam konferensi pers pada Jumat (21/11/2025).

Ia menekankan pentingnya perubahan pola hidup, mulai dari menurunkan berat badan hingga rutin mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis agar deteksi dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Dante juga menyebutkan bahwa sekitar 5 persen kasus diabetes ditemukan pada kelompok usia 18 tahun ke bawah, berdasarkan data SKI.

Ketua PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, menegaskan bahwa meningkatnya kasus diabetes pada anak muda bukan lagi fenomena baru, tetapi grafik kenaikannya dalam satu dekade terakhir sangat tajam.

“Prevalensinya kini sudah menembus lebih dari 11 persen. Jika dulu diabetes didominasi usia 50–70 tahun, sekarang banyak pasien berusia 20–30 tahun, bahkan di bawah 20 tahun,” jelasnya.

Menurutnya, pola makan tinggi kalori, kurang aktivitas fisik, stres, dan faktor genetik menjadi kombinasi yang mempercepat munculnya diabetes pada generasi muda.

Dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, Frida, mengungkapkan bahwa tren diabetes pada anak juga meroket. Ia bahkan menangani kasus neonatal diabetes mellitus, yaitu diabetes yang muncul sebelum bayi berusia enam bulan.

Sekitar 80 persen kasus diabetes pada anak merupakan diabetes tipe 1, yang disebabkan kerusakan sel penghasil insulin. Banyak pasien datang dalam kondisi berat, seperti sesak napas atau penurunan kesadaran.

Namun, diabetes tipe 2 yang biasanya muncul di usia 50 tahun ke atas kini juga ditemukan pada remaja usia 11–12 tahun, akibat obesitas dan kebiasaan makan tidak sehat.

“Jangan merasa anak gemuk itu sehat. Obesitas sangat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada usia yang sangat muda,” ujar Frida.

Frida juga menyoroti peningkatan kasus Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY), jenis diabetes dengan pola genetik kuat dan tidak sesuai karakteristik diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Ciri penderita MODY umumnya:

  • memiliki riwayat kuat diabetes dalam keluarga
  • tidak obesitas maupun terlalu kurus
  • tidak menunjukkan tanda resistensi insulin
  • jumlah kasus 2–6 persen dari total diabetes anak

Menurutnya, peningkatan deteksi tidak hanya disebabkan jumlah kasus yang bertambah, tetapi juga berkat program skrining nasional yang semakin aktif. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA