Daftar Pejabat Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Ponorogo

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Nov 2025 15:00 67 admincuitan

PONOROGO, Cuitan.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur pada Jumat (7/11/2025). Dalam operasi senyap tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama sejumlah pejabat daerah dan pihak swasta ikut diamankan tim penyidik KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan tangkap tangan di wilayah Ponorogo. Total sebanyak 13 orang, terdiri dari pejabat pemerintah daerah dan pihak swasta, diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, pada hari ini KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Timur, dan salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Ponorogo,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah pejabat yang turut diamankan di antaranya:

  1. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko
  2. Sekretaris Daerah (Sekda)
  3. Direktur Utama RSUD
  4. Kepala Bidang Mutasi Setda
  5. Tiga pihak swasta

Beredar pula kabar bahwa salah satu keluarga dekat Bupati, yaitu adiknya, juga ikut diamankan KPK dalam operasi tersebut.

Pada Sabtu pagi (8/11/2025), rombongan pertama yang terdiri dari tujuh orang tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, termasuk Bupati Sugiri. Ia terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan masker putih saat tiba di lokasi. Tanpa memberikan pernyataan, Sugiri langsung memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dikutip dari Kompas.com, OTT ini diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proses mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Beberapa jam sebelum penangkapan, Bupati Sugiri diketahui baru saja melantik 138 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Ponorogo. Momentum tersebut diduga memiliki kaitan erat dengan kasus yang sedang diselidiki.

Hingga kini, KPK belum merinci jumlah uang yang disita maupun total kerugian negara dalam kasus ini. Namun lembaga antirasuah tersebut menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diamankan.

OTT ini juga terjadi hanya berselang empat hari setelah penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid pada Senin (3/11/2025), menandakan intensifnya langkah KPK dalam menindak kasus korupsi pejabat daerah. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA