Bolehkah Fidyah Diberikan ke Keluarga? Ini Penjelasan Lengkapnya

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 05:00 65 admincuitan

Cuitan.id – Fidyah adalah bentuk pengganti puasa dengan cara memberi makan fakir miskin. Syariat memberikan keringanan ini bagi orang yang benar-benar tidak mampu berpuasa, seperti lansia atau penderita penyakit kronis.

Bolehkah Diberikan ke Keluarga?

Fidyah boleh diberikan kepada keluarga sendiri jika mereka:

  • Termasuk fakir atau miskin
  • Tidak menjadi tanggungan nafkah

Artinya, kerabat yang membutuhkan dan hidup mandiri tetap berhak menerima fidyah. Bahkan, memberi kepada keluarga dinilai lebih utama karena sekaligus mempererat silaturahmi.

Keluarga yang Tidak Boleh Menerima

Fidyah tidak boleh diberikan kepada:

  • Orang tua (jika masih menjadi tanggungan)
  • Anak dan cucu
  • Istri

Memberikan fidyah kepada mereka dianggap tidak sah karena nafkah mereka memang sudah menjadi kewajiban.

Siapa yang Berhak Menerima Fidyah?

Fidyah hanya di berikan kepada:

  • Fakir: tidak memiliki penghasilan sama sekali
  • Miskin: punya penghasilan tapi tidak cukup

Berbeda dengan zakat, fidyah tidak di berikan ke banyak golongan.

Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?

Fidyah wajib bagi:

  1. Lansia yang tidak mampu berpuasa
  2. Penderita penyakit kronis
  3. Ibu hamil/menyusui (dalam kondisi tertentu menurut ulama)
  4. Orang yang menunda qadha tanpa alasan
  5. Orang meninggal dengan utang puasa (di bayarkan ahli waris)

Tata Cara Membayar Fidyah

1. Niat

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ صَوْمِ رَمَضَانَ لِنَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini sebagai pengganti puasa Ramadhan untuk diriku karena Allah Ta’ala.”

Cukup di dalam hati saat membayar.

2. Bentuk Fidyah

  • Makanan siap santap
  • Bahan pokok seperti beras

3. Ukuran
Sekitar 1 mud (±675 gram) per hari puasa.

4. Cara Penyaluran

  • Langsung ke fakir miskin
  • Melalui lembaga sosial

Catatan:
Sebagian ulama membolehkan fidyah dalam bentuk uang, namun mayoritas tidak.

Hikmah Fidyah

Fidyah bukan sekadar pengganti puasa. Ada nilai penting di dalamnya:

  • Memberi kemudahan dalam ibadah
  • Membantu masyarakat yang membutuhkan
  • Mengurangi kesenjangan sosial
  • Mempererat hubungan keluarga
  • Menumbuhkan tanggung jawab spiritual

Memberikan fidyah kepada keluarga di perbolehkan selama mereka bukan tanggungan dan benar-benar membutuhkan. Dengan memahami aturan ini, ibadah menjadi lebih tepat sekaligus membawa manfaat sosial yang nyata.

Fidyah bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian dan nilai kemanusiaan dalam ajaran Islam. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA