Bahaya Susu Mentah untuk Anak, Dokter Ingatkan Risiko Kesehatan

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Nov 2025 09:00 38 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Sebuah unggahan viral di media sosial X memicu perdebatan netizen setelah seorang warganet mengaku memberi susu mentah (unpasteurized) untuk anaknya.

“Raw and unpasteurized milk… Langsung dari peternak. Saya hanya memberi real foods untuk keluarga saya. No ultra processed foods. Anak Anda masih konsumsi susu formula? Selamat, Anda dikibuli oleh produsen sufor,” tulis netizen tersebut.

Spesialis gizi, dr. Raissa E. Djuanda, SpGK, menegaskan bahwa pasteurisasi sangat penting bagi keamanan susu sebelum dikonsumsi. Pasteurisasi adalah proses sterilisasi dengan pemanasan pada suhu tertentu, umumnya 72–75°C selama 15 detik, untuk membunuh bakteri berbahaya tanpa merusak nutrisi.

“Susu mentah perlu dipasteurisasi karena bisa tercemar bakteri dari sapi, peralatan, lingkungan peternakan, hingga distribusi,” jelas dr. Raissa saat dihubungi, Rabu (19/11/2025).

Susu mentah yang terkontaminasi dapat memicu infeksi pencernaan, diare, dehidrasi, muntah, demam, hingga gagal ginjal atau infeksi berat. Dokter menekankan, susu yang sudah dipasteurisasi jauh lebih aman dan tidak ada nutrisi ‘superior’ khusus di susu mentah.

Pertolongan Pertama Anak Jika Konsumsi Susu Mentah

Spesialis anak, dr. Rizky Amrullah Nasution, SpA, memberikan langkah pertolongan pertama bila anak terlanjur mengonsumsi susu mentah:

  • Perhatikan gejala infeksi: demam, nyeri perut, muntah, diare.
  • Jika muntah atau diare, berikan air putih atau oralit sesering mungkin untuk mencegah dehidrasi.
  • Jika anak lemas dan menolak minum, segera bawa ke RS atau IGD karena ini tanda dehidrasi serius.

Dr. Rizky mengingatkan, meski terlihat lebih “natural”, susu mentah risikonya jauh lebih tinggi daripada manfaatnya. Orang tua sebaiknya selalu memastikan anak mengonsumsi susu yang aman dan terpasteurisasi. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA