Honda Jazz bermesin hybrid. (kompas.com) Cuitan.id – Bagi sebagian besar pencinta otomotif, modifikasi mobil biasanya bertujuan untuk mendongkrak performa mesin atau sekadar mempercantik tampilan luar. Namun, langkah berbeda justru mengalir dari ide kreatif Toto.
Pemilik Honda Jazz GE8 ini memilih jalur yang sangat tidak biasa. Ia sukses mengubah hatchback kesayangannya menjadi sebuah mobil hybrid langka yang tidak pernah meluncur secara resmi di pasar Indonesia.
Toto sengaja mengadopsi teknologi dari varian Honda Fit Hybrid yang hanya beredar di pasar domestik Jepang (JDM). Proyek ambisius ini bukan sekadar untuk gaya-gayaan atau tampil beda di tongkrongan.
Toto merancang seluruh ubahan ini berdasarkan kebutuhan mobilitas harian, sekaligus untuk menuntaskan rasa penasarannya yang besar terhadap teknologi hybrid ramah lingkungan milik Honda.
Ketertarikan Toto pada Honda Jazz sebenarnya bermula dari sebuah fitur sederhana yang sangat langka pada zamannya, yaitu cruise control.
“Pertama kali saya membeli mobil ini karena ingin mengaktifkan fitur cruise control. Sekitar tahun 2010 atau 2011, saya berhasil mengaktifkan fitur ini di Civic FD1. Begitu tahu Honda Jazz GE8 juga memiliki potensi yang sama, saya langsung membelinya untuk bahan eksperimen,” kenang Toto saat berbincang santai di kawasan BSD.
Impian memiliki mobil ramah lingkungan sebenarnya sudah terpendam di benak Toto sejak satu dekade lalu. Ketika melihat ketangguhan Honda CR-Z pada tahun 2014, ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, harga mobil sport hybrid yang selangit saat itu memaksa Toto untuk menyimpan rapat-rapat impiannya tersebut.
Keberuntungan akhirnya berpihak pada Toto pada tahun 2023. Ia tidak sengaja bertemu dengan seorang kolektor di Jakarta yang menyimpan satu set mesin hybrid utuh milik Honda Jazz 1.5. Mesin tersebut memiliki kode yang sama persis dengan dapur pacu Honda CR-Z incarannya. Setelah melalui proses negosiasi yang panjang, sang pemilik akhirnya merelakan mesin langka tersebut jatuh ke tangan Toto.
Sebelum menyuntikkan teknologi ramah lingkungan ini, tampilan Honda Jazz milik Toto sebenarnya masih terlihat sangat bersahaja. Ia hanya menyematkan beberapa sentuhan ringan seperti penggantian pelek, grille varian Modulo, dan peningkatan pada sektor pengereman (Big Brake Kit dari Spoon).
“Sebelum berubah menjadi hybrid, konsep mobil ini sangat standar karena saya menggunakannya untuk operasional sehari-hari. Baru pada tahun 2023, saya mulai berani memasang atap panoramic, mesin hybrid, dan pernak-pernik pendukung lainnya,” jelas Toto.
Toto selalu menegaskan bahwa konsep modifikasinya ini lebih menitikberatkan pada aspek fungsionalitas. Ia merasa percuma estetika mobil terlihat luar biasa jika performa berkendara sehari-hari justru menjadi tidak nyaman.
Kehadiran mesin baru ini langsung mengubah drastis efisiensi bahan bakar mobil. Toto mengungkapkan bahwa penghematan bensin sangat terasa ketika ia membawa mobil ini melesat keluar kota. Menariknya lagi, teknologi baru ini juga ikut mengubah gaya berkendaranya menjadi lebih bijak.
“Kalau penggunaan di dalam kota yang macet, perbedaannya memang tidak terlalu signifikan. Namun, ketika saya bawa berjalan jauh ke luar kota, efisiensinya luar biasa. Gaya menyetir saya juga berubah total. Jika dulu saya sering menekan gas dan rem secara agresif, sekarang saya berkendara dengan lebih santai sambil menikmati perjalanan,” tambahnya.
Karakter transmisi CVT bawaan Jazz Hybrid yang terkenal tangguh juga memberikan rasa aman ekstra bagi Toto selama berada di balik kemudi.
Karena Toto memboyong utuh paket mesin dan seluruh kelengkapan dari Honda Fit Hybrid Jepang, mobil ini otomatis mendapatkan berbagai fitur premium yang tidak akan pernah Anda temukan pada Honda Jazz versi standar Indonesia.
Kini, mobil Toto sudah mengusung sistem keyless entry, fitur start-stop engine otomatis yang mematikan mesin saat mobil berhenti di lampu merah, hingga pilihan mode berkendara Eco dan Sport. Ketika mengaktifkan mode Sport, warna panel instrumen di dasbor akan langsung berubah menjadi merah membara untuk membakar adrenalin pengemudi.
Hebatnya lagi, fitur cruise control yang menjadi alasan awal Toto membeli mobil ini langsung aktif secara otomatis setelah proses pemasangan mesin selesai. Kenyamanan di dalam kabin juga semakin paripurna berkat kehadiran teknologi pendingin udara bersistem Plasma Cluster yang mampu menyaring debu dan bakteri.
Modifikasi paling mencolok yang langsung mencuri perhatian mata memandang adalah pemasangan panoramic sunroof asli dari komponen Honda Fit Hybrid. Toto sangat mengagumi kualitas kaca atap ini karena memiliki kemampuan yang sangat baik dalam meredam hawa panas matahari menyengat.
Keunikan lain yang tersembunyi berada di area kabin belakang. Toto mempertahankan sistem ventilasi khusus yang berfungsi untuk menyedot udara dingin dari dalam kabin guna menjaga suhu baterai hybrid agar tetap stabil dan tidak cepat panas (overheat).
Untuk mewujudkan mobil impian yang super langka ini, Toto harus merogoh kocek yang cukup dalam, yakni sekitar Rp 190 juta. Walaupun nominal biaya tersebut setara dengan harga satu unit mobil baru, Toto merasa sangat puas. Ia kini berhasil memiliki sebuah kendaraan yang tidak hanya efisien dan nyaman, tetapi juga sarat akan teknologi canggih khas negeri sakura Jepang. **
Tidak ada komentar