Rombongan DPRD Kerinci ke Jogja di Tengah Efisiensi. ist KERINCI, Cuitan.id – Ditengah seruan pemerintah untuk menghemat anggaran daerah, namun hal ini nampaknya berbanding terbalik dengan pemandangan di Kabupaten Kerinci.
Di saat pemerintah pusat dan daerah meminta jajarannya memperketat ikat pinggang, namun sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kerinci justru bertolak ke Yogyakarta.
Tidak sendirian, selain ASN di Sekretariat para anggota DPRD juga memboyong rombongan Persatuan Istri Anggota DPRD (PIAD).
Keberangkatan rombongan ini langsung memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat. Banyak warga menyayangkan momentum perjalanan dinas tersebut, mengingat daerah sedang gencar melakukan penyesuaian belanja dan efisiensi anggaran. Bahkan saat ini perekonomian masyarakat juga sedang tidak baik-baik saja.
Masyarakat kini mulai mempertanyakan urgensi dan manfaat nyata dari perjalanan ke luar daerah tersebut. Mereka berharap setiap rupiah dari anggaran daerah menghasilkan program konkret yang mendukung pembangunan, bukan sekadar perjalanan seremonial.
Salah seorang aktivis Kerinci, Joel, ikut menyuarakan kegelisahan masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar tidak muncul prasangka buruk.
“Saat anggaran sedang hemat, masyarakat tentu ingin tahu apa tujuan, manfaat, dan hasil nyata dari kunjungan kerja perwakilan rakyat tersebut,” ujar Joel.
Ia menambahkan, pihak penyelenggara wajib transparan mengenai penggunaan anggaran dan hasil kegiatan. Langkah ini sangat penting agar masyarakat tidak memandang negatif kegiatan tersebut.
Di sisi lain, kunjungan kerja atau studi banding memang menjadi agenda rutin lembaga legislatif dan organisasi kemasyarakatan. Biasanya, mereka melakukan perjalanan ini untuk meningkatkan kapasitas diri serta mencari inovasi baru yang bisa mereka terapkan di daerah asal.
Namun, masyarakat menilai bahwa pemerintah harus lebih selektif dalam memilih perjalanan dinas pada masa-masa sulit seperti sekarang. Setiap kegiatan wajib mempertimbangkan asas kebutuhan dan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Hingga Kamis (11/6/2026), pihak DPRD Kabupaten Kerinci belum memberikan keterangan resmi. Belum ada penjelasan mengenai tujuan spesifik, jumlah peserta yang berangkat, sumber pendanaan, maupun hasil yang mereka targetkan dari kunjungan kerja ke Yogyakarta tersebut. **
Tidak ada komentar