Mengintip Isi Garasi Nanik S. Deyang, Kepala BGN Baru

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 22:00 9 admincuitan

Cuitan.id – Presiden resmi menunjuk Nanik Sudarti Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Ia menggantikan posisi Dadan Hindayana yang saat ini tersandung kasus hukum di Kejaksaan Agung. Di balik tugas besarnya mengawal program makan siang gratis, publik kini mulai penasaran dengan sisi lain sang pejabat, termasuk isi garasi rumahnya.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia setorkan ke KPK pada 17 Januari 2025, Nanik mengantongi total kekayaan sebesar Rp 6,3 miliar. Laporan ini ia buat saat masih bertugas di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Sebagian besar aset milik Nanik berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 5,4 miliar. Selain itu, ia juga menyimpan surat berharga senilai Rp 196 juta.

Lalu, bagaimana dengan koleksi kendaraannya? Nanik tercatat memiliki tiga unit mobil di dalam garasinya dengan total nilai Rp 705 juta. Pilihan kendaraannya pun cukup menarik, mulai dari mobil keluarga yang merakyat hingga sedan premium asal Eropa.

Berikut adalah daftar mobil milik Nanik Sudarti Deyang:

  1. BMW 520i CKD A/T (Tahun 2024): Sedan mewah Eropa ini menjadi koleksi termahal di garasinya dengan taksiran nilai Rp 460 juta.

  2. Toyota Fortuner 2.7 LUX A/T (Tahun 2013): Mobil SUV gagah hasil keringat sendiri ini memiliki nilai jual sekitar Rp 180 juta.

  3. Toyota Avanza 1.300 G (Tahun 2007): Mobil sejuta umat yang ia beli dari hasil sendiri ini bernilai Rp 65 juta.

Alasan Pemerintah Memilih Nanik Sudarti Deyang

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan alasan kuat di balik penunjukan Nanik di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Pemerintah menilai Nanik adalah sosok paling siap karena sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Pengalaman tersebut membuatnya sudah sangat paham dengan seluruh ritme kerja dan program di lembaga tersebut.

Selain faktor pengalaman, pemerintah juga mengagumi karakter Nanik yang terkenal disiplin dan tegas. Ia dinilai mampu menjaga kualitas manajemen lembaga, terutama dalam mengawal Standar Operasional Prosedur (SOP) program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan higienis bagi masyarakat. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA