Resmikan CFD Merangin, Bupati Syukur Ajak Warga Hidup Sehat

waktu baca 2 menit
Minggu, 31 Mei 2026 16:00 55 admincuitan

MERANGIN, Cuitan.id – Suasana Minggu pagi di Kota Bangko mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan warga memadati kawasan jalur dua Taman Bujang Upik untuk menyambut kehadiran Car Free Day (CFD) Kabupaten Merangin.

Setelah sukses menggelar uji coba pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Merangin kini resmi membuka agenda mingguan ini untuk seluruh masyarakat.

Bupati Merangin, M. Syukur, menandai peresmian CFD ini dengan melepaskan balon ke udara. Mulai hari ini, petugas mensterilkan kawasan sepanjang jalur dua hingga jembatan layang dari kendaraan bermotor setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

Menyediakan Ruang Olahraga yang Aman dan Nyaman

Bupati M. Syukur menjelaskan bahwa minimnya ruang publik yang aman bagi masyarakat menjadi alasan utama peluncuran CFD ini. Selama ini, warga Merangin terpaksa berolahraga di pinggir jalan raya yang padat dan rawan kecelakaan.

“Kami menyediakan akses ini khusus untuk olahraga masyarakat. Minimal sekali seminggu, warga memiliki tempat olahraga yang aman tanpa gangguan kendaraan,” ujar M. Syukur saat meninjau lokasi.

Beliau berharap masyarakat memanfaatkan ruang ini dengan maksimal demi menjaga pola hidup sehat. Pemerintah daerah juga memohon maaf kepada para pengguna jalan atas pengalihan arus lalu lintas selama empat jam demi kenyamanan warga yang berolahraga.

Wadah Silaturahmi dan Olahraga Bersama

Masyarakat Merangin langsung menyerbu area CFD sejak pagi buta. Berbagai komunitas tumpah ruah di jalanan, mulai dari pesenam, pencinta jogging, pesepeda, hingga anak-anak yang bermain sepatu roda.

Selain menjadi tempat membakar kalori, M. Syukur ingin momen mingguan ini mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Kegiatan ini juga membangun silaturahmi. Daerah Merangin ini kecil, jadi masyarakat bisa saling kenal dan bertegur sapa sambil berolahraga,” tambahnya.

Menggerakkan Ekonomi Lewat UMKM

Tak hanya berfokus pada kesehatan fisik, CFD Merangin juga berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Puluhan pelaku UMKM berjejer rapi di sepanjang koridor jalan untuk menjajakan kuliner lezat hingga menyediakan wahana permainan anak yang ramah keluarga.

Demi mendongkrak pendapatan pedagang, pemerintah memberikan kelonggaran waktu berjualan. Pedagang yang sudah bersiap sejak pagi hari boleh terus menggelar lapak mereka hingga pukul 17.00 WIB. Namun, untuk menjaga ketertiban, pemerintah melarang pedagang baru masuk jika hanya ingin berjualan dari siang hingga sore hari.

“Langkah ini sekaligus membantu UMKM masyarakat. Warga boleh berjualan apa saja di sini, termasuk pakaian dan peralatan olahraga,” pungkas Bupati sebelum membuka acara secara resmi dengan ucapan basmalah. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA