Cuitan.id – Putri terbaik Kota Sungai Penuh kembali membuktikan bahwa daerah kecil mampu melahirkan generasi besar yang berprestasi di tingkat nasional. Rama Shinta Safmelita, seorang atlet karate berbakat, sukses mengawinkan prestasi olahraga dan dunia akademik tertinggi.
Perempuan kelahiran 10 Januari 1997 asal Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai ini baru saja resmi menyandang gelar Doktor (Dr.) dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP) pada Kamis (21/5/2026). Pencapaian luar biasa ini ia raih di usia yang masih sangat muda, yaitu 29 tahun.
Dari Matras PON Papua Menuju Panggung Akademik
Nama Rama Shinta, atau akrab dengan sapaan Shinta, bukan sosok asing bagi pencinta olahraga di Sumatera Barat. Ia merupakan penyandang sabuk hitam DAN II dari perguruan Inkanas Sumatera Barat.
Shinta juga menjadi bagian dari kontingen Sumatera Barat yang membawa semangat “Tuah Sakato” pada ajang bergengsi PON Papua 2021 lalu.
Namun, Shinta tidak cepat puas dengan prestasi di atas matras. Di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Syahrial Bhaktiar, M.Pd dan Prof. Dr. Yendrizal, M.Pd, ia berhasil menyelesaikan penelitian doktoralnya dengan hasil yang memuaskan.
Tumbuh dari Keterbatasan, Memilih Mengabdi untuk Pendidikan
Shinta lahir dari pasangan sederhana, Syafii dan Rosdaelita. Keterbatasan ekonomi keluarga sama sekali tidak menyurutkan langkahnya untuk terus belajar dan merantau demi mengejar ilmu.
Meski gelar tertinggi ini membuka peluang karier yang sangat luas di berbagai sektor, Shinta memilih jalan yang mulia. Ia berkomitmen penuh untuk mendedikasikan ilmunya di dunia pendidikan keolahragaan.
“Peluang untuk lebih baik dalam pekerjaan tentu terbuka. Tetapi kami ingin mengabdi di lembaga pendidikan,” ujar Shinta mantap.
Tetap Aktif Cetak Atlet Muda di Padang
Saat ini, Dr. Rama Shinta Safmelita, S.Pd., M.Pd. masih meluangkan waktunya untuk melatih para karateka masa depan. Ia aktif membina atlet-atlet muda di bawah naungan Inkanas Sumbar melalui Dojo Gejora Karate Club Padang.
Keberhasilan Shinta menjadi tamparan positif sekaligus motivasi bagi generasi muda. Ia membuktikan secara nyata bahwa dunia olahraga dan pendidikan tinggi bisa berjalan beriringan jika seseorang memiliki disiplin dan tekad yang kuat.
Prestasi Shinta ini juga menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah. Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian dan apresiasi lebih bagi aset-aset berharga daerah seperti Shinta, agar mereka bisa berkontribusi langsung membangun kampung halaman tercinta. **
Tidak ada komentar