Cuitan.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus bergerak maju untuk membuka isolasi daerah dan mempercepat urat nadi perekonomian masyarakat. Langkah nyata ini terlihat saat Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, membuka acara Diskusi Rabuan Roadshow (DRR) di Aula Kantor Walikota pada Kamis (21/05/2026).
Acara garapan Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi ini mengusung tema besar: “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan SDM dan Tata Kelola, Pengembangan Infrastruktur dan Hilirisasi Pemerintah Daerah.”
Jembatan Layang untuk Dongkrak Wisata dan Tani
Dalam forum strategis tersebut, Wakil Walikota Azhar Hamzah membawa sebuah usulan besar yang menjadi angin segar bagi mobilitas warga. Pemkot Sungai Penuh mengusulkan kajian mendalam untuk pembangunan jalan layang (fly over). Jalur ini nantinya akan memangkas jarak tempuh dan mempercepat akses perjalanan antara Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.
“Kami memiliki potensi besar pada sektor pariwisata dan lahan pertanian. Infrastruktur yang memadai akan menjadi kunci utama untuk memaksimalkan potensi tersebut,” ujar Azhar penuh optimisme.
Azhar meyakini, kehadiran fly over ini bakal membawa dampak domino yang positif. Distribusi hasil pertanian akan lebih lancar, wisatawan dari luar daerah akan lebih mudah berkunjung, dan ujung-ujungnya ekonomi warga Sungai Penuh akan tumbuh lebih cepat.
Solusi Hijau: Bersihkan Kota Lewat TPS3R
Bukan hanya soal jalan raya, Pemkot Sungai Penuh juga fokus membenahi masalah lingkungan. Dalam diskusi yang sama, pemerintah daerah mengusulkan program pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Rencananya, Pemkot akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di setiap desa. Guna mendukung langkah ini, mereka juga meminta dukungan penyediaan lahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat pengadaan mesin pengolah sampah agar masalah kebersihan kota segera teratasi secara optimal.
Sinergi Kuat Demi Masa Depan Daerah
Acara ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan wadah kolaborasi lintas sektor. Sederet tokoh penting turut hadir memberikan dukungan, mulai dari Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Anggota DPRD Provinsi Jambi Amrizal, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, hingga perwakilan dari Kabupaten Kerinci, Merangin, Bank Jambi, akademisi, MUI, dan Lembaga Adat Melayu.
Wawako Azhar menegaskan bahwa ruang diskusi seperti ini sangat krusial untuk menyatukan visi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
“Kita perlu kolaborasi kuat dari semua pihak agar mampu menghadapi tantangan pembangunan modern, bersaing sehat, dan berkembang secara optimal,” tutupnya. **
Tidak ada komentar