Puasa Syawal atau Qadha Dulu? Ini Panduan Ringkas dari Ulama

waktu baca 2 menit
Selasa, 31 Mar 2026 04:00 63 admincuitan

Cuitan.id – Banyak orang masih bingung: lebih dulu puasa Syawal atau mengganti (qadha) puasa Ramadan? Para ulama dari empat mazhab memberi panduan yang jelas, meski terdapat perbedaan pendapat.

Puasa qadha bersifat wajib bagi yang meninggalkan puasa Ramadan karena alasan syar’i. Sementara itu, puasa enam hari di bulan Syawal termasuk sunnah dengan pahala besar.

Pandangan Ulama Mazhab

1. Mazhab Hanafi
Ulama Hanafi membolehkan puasa Syawal lebih dulu tanpa makruh. Mereka menilai qadha masih bisa ditunda selama belum melewati Ramadan berikutnya.

2. Mazhab Maliki & Syafi’i
Kedua mazhab ini memperbolehkan puasa Syawal didahulukan, tetapi menganggapnya kurang utama. Mereka menganjurkan menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu.

3. Mazhab Hanbali
Mazhab Hanbali melarang mendahulukan puasa Syawal sebelum qadha. Mereka menegaskan bahwa kewajiban harus diprioritaskan.

Panduan Praktis

  • Utamakan qadha puasa agar lebih aman dan sesuai prinsip mendahulukan kewajiban.
  • Jika ada kendala, puasa Syawal lebih dulu tetap di perbolehkan menurut sebagian ulama.
  • Puasa Syawal tidak menggugurkan kewajiban qadha.

Bolehkah Niat Digabung?

Tidak bisa. Puasa qadha dan puasa Syawal memiliki niat berbeda. Satu niat hanya berlaku untuk satu ibadah.

Apakah Qadha di Syawal Dapat Pahala Syawal?

Tidak. Qadha hanya mendapat pahala wajib. Keutamaan puasa Syawal berlaku jika di lakukan dengan niat khusus puasa sunnah.

Hikmah Menyegerakan Qadha

  • Terhindar dari perbedaan pendapat ulama
  • Bebas dari tanggungan kewajiban
  • Lebih tenang menjalankan puasa Syawal
  • Melatih disiplin dan tanggung jawab

Menyelesaikan qadha puasa lebih dulu menjadi pilihan paling aman dan utama. Setelah itu, baru jalankan puasa Syawal untuk meraih keutamaan penuh. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA