Ilustrasi Puasa Syawal atau Qadha Dulu? Gemini AI Cuitan.id – Banyak orang masih bingung: lebih dulu puasa Syawal atau mengganti (qadha) puasa Ramadan? Para ulama dari empat mazhab memberi panduan yang jelas, meski terdapat perbedaan pendapat.
Puasa qadha bersifat wajib bagi yang meninggalkan puasa Ramadan karena alasan syar’i. Sementara itu, puasa enam hari di bulan Syawal termasuk sunnah dengan pahala besar.
1. Mazhab Hanafi
Ulama Hanafi membolehkan puasa Syawal lebih dulu tanpa makruh. Mereka menilai qadha masih bisa ditunda selama belum melewati Ramadan berikutnya.
2. Mazhab Maliki & Syafi’i
Kedua mazhab ini memperbolehkan puasa Syawal didahulukan, tetapi menganggapnya kurang utama. Mereka menganjurkan menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu.
3. Mazhab Hanbali
Mazhab Hanbali melarang mendahulukan puasa Syawal sebelum qadha. Mereka menegaskan bahwa kewajiban harus diprioritaskan.
Tidak bisa. Puasa qadha dan puasa Syawal memiliki niat berbeda. Satu niat hanya berlaku untuk satu ibadah.
Tidak. Qadha hanya mendapat pahala wajib. Keutamaan puasa Syawal berlaku jika di lakukan dengan niat khusus puasa sunnah.
Menyelesaikan qadha puasa lebih dulu menjadi pilihan paling aman dan utama. Setelah itu, baru jalankan puasa Syawal untuk meraih keutamaan penuh. **
Tidak ada komentar