Cuitan.id – Kasus meninggalnya seorang dokter akibat campak kembali menyadarkan publik bahwa penyakit ini tidak boleh di anggap ringan. Banyak orang masih mengira campak hanya penyakit anak dengan gejala biasa, padahal risiko yang ditimbulkan bisa sangat serius.
Pendiri Health Collaborative Centre (HCC), Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa campak termasuk penyakit paling menular di dunia. Virus ini tidak hanya memicu demam dan ruam, tetapi juga dapat berkembang menjadi komplikasi berat.
Campak bisa memicu pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga gagal napas yang berujung kematian. Risiko ini meningkat pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, namun orang dewasa yang tampak sehat tetap bisa terdampak.
Selain itu, campak memiliki dampak tersembunyi yang jarang di sadari, yaitu kondisi “immune amnesia”. Setelah sembuh, sistem imun kehilangan memori terhadap infeksi sebelumnya. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit lain.
Kondisi tubuh juga sangat memengaruhi tingkat keparahan. Kelelahan, kurang tidur, stres, dan paparan virus tinggi dapat mempercepat perkembangan infeksi menjadi lebih serius.
Tenaga kesehatan termasuk kelompok yang rentan. Jam kerja panjang, tekanan tinggi, dan seringnya kontak dengan pasien meningkatkan risiko penularan secara signifikan.
Untuk mencegah dampak fatal, vaksinasi tetap menjadi langkah utama. Selain itu, masyarakat perlu menjaga imunitas dengan istirahat cukup dan mengelola stres.
Kenali gejala sejak dini seperti demam tinggi, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah agar penanganan bisa di lakukan lebih cepat. **
Tidak ada komentar