Harga Smartphone Berpotensi Naik Tajam di 2026, Ini Penyebabnya

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Mar 2026 20:00 4 admincuitan

Cuitan.id Harga smartphone di pasar global berpotensi meningkat pada 2026. Lonjakan harga komponen memori menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan biaya produksi perangkat.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan harga memori mobile naik tajam pada kuartal pertama 2026. Harga DRAM melonjak lebih dari 50 persen secara kuartalan, sedangkan NAND Flash meningkat lebih dari 90 persen.

Kenaikan ini langsung memengaruhi struktur biaya produksi smartphone atau Bill of Materials (BOM), yaitu total biaya komponen yang digunakan dalam satu perangkat.

HP Entry-Level Paling Terdampak

Kenaikan harga memori memberikan dampak paling besar pada smartphone kelas entry-level.

Pada perangkat dengan harga grosir di bawah US$200, konfigurasi umum seperti 6GB LPDDR4X dan 128GB eMMC dapat meningkatkan total biaya produksi hingga 25 persen pada kuartal pertama 2026.

Dalam kondisi tersebut, komponen memori bahkan menyumbang sekitar 43 persen dari total biaya produksi perangkat.

Smartphone Mid-Range dan Flagship Ikut Tertekan

Tekanan biaya juga terjadi pada smartphone kelas menengah hingga premium.

Pada segmen mid-range dengan harga US$400–US$600, konfigurasi 8GB LPDDR5X dan 256GB UFS 4.0 membuat porsi biaya memori naik menjadi sekitar:

  • 14% untuk DRAM
  • 11% untuk NAND

Angka ini diperkirakan meningkat pada kuartal kedua 2026 menjadi:

  • 20% untuk DRAM
  • 16% untuk NAND

Sementara itu, smartphone premium dan flagship dengan harga di atas US$800 menghadapi tekanan biaya yang lebih kompleks.

Selain memori yang mahal, perangkat kelas atas juga menggunakan chipset generasi terbaru berbasis fabrikasi 2nm yang meningkatkan biaya produksi secara signifikan.

Untuk konfigurasi seperti 16GB LPDDR5X HKMG dan 512GB UFS 4.1, biaya produksi dapat bertambah sekitar US$100 hingga US$150 pada Q2 2026.

Produsen Smartphone Mulai Mengubah Strategi

Analis senior dari Counterpoint Research, Shenghao Bai, menjelaskan bahwa lonjakan harga memori memberikan dampak besar pada struktur biaya produksi smartphone.

Produsen kini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara biaya komponen, margin keuntungan, dan target pengiriman perangkat.

Beberapa perusahaan mulai menerapkan berbagai strategi efisiensi, seperti:

  • Menyederhanakan portofolio produk, terutama di segmen entry-level
  • Mengoptimalkan spesifikasi hardware
  • Mengurangi fitur yang tidak terlalu penting
  • Menurunkan target pengiriman smartphone kelas bawah

Harga HP Diprediksi Tetap Naik

Meski berbagai langkah efisiensi telah dilakukan, kenaikan harga smartphone pada 2026 dinilai sulit dihindari.

Lonjakan harga memori yang sangat tinggi membuat strategi penghematan standar tidak cukup untuk menekan biaya produksi.

Menurut proyeksi Counterpoint Research:

  • Harga smartphone entry-level dapat naik sekitar US$30 atau sekitar Rp500 ribuan
  • Smartphone flagship berpotensi naik US$150 hingga US$200 atau sekitar Rp3 jutaan

Kondisi ini membuat pasar smartphone global kemungkinan mengalami penyesuaian harga di berbagai segmen sepanjang 2026. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA