Kurang Gerak dan Makan Berlebihan Jadi Pemicu Obesitas

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Mar 2026 06:00 78 admincuitan

Cuitan.idObesitas tidak hanya muncul karena konsumsi makanan berlemak. Ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang di gunakan tubuh menjadi penyebab utama kondisi ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa obesitas terjadi ketika tubuh menerima kalori lebih banyak di bandingkan energi yang dibakar.

“Prinsip obesitas sebenarnya sederhana, yaitu keseimbangan antara energi yang masuk dan keluar,” ujarnya dalam acara Media Briefing “Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas” di Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).

Ketidakseimbangan Energi Tingkatkan Berat Badan

Tubuh menyimpan kelebihan energi sebagai lemak. Kondisi ini memicu peningkatan berat badan jika terjadi terus-menerus.

Risiko obesitas semakin tinggi ketika seseorang jarang bergerak atau menjalani gaya hidup sedentari. Aktivitas fisik yang minim membuat tubuh tidak membakar kalori secara optimal.

Karbohidrat Berlebih Juga Berisiko

Banyak orang menganggap obesitas hanya berkaitan dengan lemak. Padahal, konsumsi karbohidrat berlebihan juga dapat memicu kenaikan berat badan.

Tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula atau glukosa. Jika tubuh tidak menggunakan glukosa sebagai energi, tubuh menyimpannya dalam bentuk lemak.

Pola Makan Berlebih Sering Tidak Disadari

Kebiasaan makan tinggi kalori tanpa di sadari juga mempercepat risiko obesitas. Contohnya, satu porsi burger bisa mengandung sekitar 2.000 kalori, jumlah yang sebenarnya cukup untuk kebutuhan energi harian.

Namun banyak orang tetap menambah makanan lain seperti kentang goreng, nasi, atau camilan setelahnya. Kebiasaan makan berulang sepanjang hari membuat total kalori meningkat tanpa kontrol.

Kurang Aktivitas Fisik Perparah Risiko

Gaya hidup modern mendorong banyak orang menghabiskan waktu dengan duduk, terutama saat bekerja di kantor. Kondisi ini membuat tubuh jarang bergerak dan membakar energi.

Akibatnya, kalori yang masuk tidak sebanding dengan energi yang di gunakan sehingga lemak menumpuk dalam tubuh.

Pentingnya Pola Hidup Seimbang

Pencegahan obesitas memerlukan keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik. Komposisi makanan juga perlu di perhatikan, termasuk protein, karbohidrat, dan lemak.

Protein, terutama dari sumber nabati, cenderung memberikan kontribusi lebih kecil terhadap pembentukan lemak di bandingkan nutrisi lainnya.

Menjaga pola makan seimbang dan rutin beraktivitas fisik dapat membantu mengontrol berat badan serta menurunkan risiko obesitas. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA