Cara Buka Puasa yang Benar agar Tubuh Tetap Stabil

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 12:00 78 admincuitan

Cuitan.id – Banyak orang langsung menyantap gorengan dan minuman manis saat berbuka puasa. Kebiasaan ini memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan keinginan makan berlebihan hingga malam hari.

Quality Assurance Specialist industri makanan dan minuman, Erwin Setiawan, membagikan urutan buka puasa yang lebih sehat dalam acara bertajuk #SerunyadiTikTok: Kiat Jalani Bulan Ramadan dengan Lebih Sehat dan Seimbang bersama Kreator TikTok di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

1. Mulai dengan Air Putih

Saat azan magrib berkumandang, minum air putih sekitar 250 ml untuk mengaktifkan kembali sistem pencernaan setelah beristirahat sejak sahur.

2. Konsumsi Serat Alami seperti Kurma

Setelah air putih, pilih makanan berserat alami seperti kurma atau buah segar. Serat membantu menstabilkan gula darah dan mengontrol hormon pemicu craving di otak.

Serat larut (soluble fiber) memperlambat proses pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Langkah ini membantu mencegah keinginan makan berlebihan setelah tarawih.

Sebaliknya, konsumsi gorengan berlebihan meningkatkan risiko kolesterol akibat lemak trans dari minyak yang dipakai berulang kali. Gorengan juga tidak memberi efek kenyang secara hormonal.

3. Beri Jeda Sebelum Makan Berat

Tunggu 10–15 menit sebelum menyantap makanan utama. Manfaatkan waktu tersebut untuk menunaikan salat magrib.

Setelah itu, susun menu sesuai konsep gizi seimbang:

  • Protein hewani atau nabati

  • Sayuran sebagai sumber serat

  • Karbohidrat kompleks seperti nasi atau umbi-umbian

Karbohidrat kompleks membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang malam.

Mitos Makan Serat Saat Perut Kosong

Banyak orang khawatir serat menyebabkan sakit perut saat berbuka. Erwin menegaskan, serat dari makanan alami tidak memicu gangguan pencernaan. Risiko muncul jika seseorang mengonsumsi serat tambahan berbahan kimia dari produk instan.

Urutan buka puasa yang ideal dimulai dari air putih, dilanjutkan serat alami, lalu makanan berat bergizi seimbang. Pola ini menjaga gula darah tetap stabil, mengontrol nafsu makan, dan membuat tubuh lebih bertenaga selama Ramadan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA