Ilustrasi mual. (SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA) Cuitan.id – Mual sering mengganggu aktivitas dan menimbulkan rasa tidak nyaman, mulai dari kepala terasa ringan, tubuh dingin, berkeringat, hingga dorongan untuk muntah. Meski banyak orang menganggapnya sepele, mual bukan penyakit, melainkan gejala adanya gangguan pada tubuh.
Mengutip Stanford Medicine, mual menjadi sinyal bahwa tubuh sedang menghadapi masalah, dari infeksi ringan hingga kondisi medis serius. Berikut delapan penyebab mual yang umum terjadi, dirangkum dari Men’s Health.
Infeksi virus, bakteri, atau makanan yang terkontaminasi sering memicu mual mendadak. Dokter spesialis gastroenterologi Dr. Kamal Amer menjelaskan, infeksi saluran cerna kerap menimbulkan mual yang disertai diare atau muntah.
Gejala biasanya mereda dalam satu hingga dua hari. Jika mual memburuk atau tak kunjung hilang, segera lakukan pemeriksaan medis.
Obat pereda nyeri golongan NSAID seperti ibuprofen dan naproxen dapat mengiritasi lambung. Dokter gastroenterologi dari Cleveland Clinic, Dr. Christine Lee, menyarankan pasien berkonsultasi jika mual muncul setelah konsumsi obat tertentu.
Penyesuaian dosis atau penggantian obat dapat membantu meredakan keluhan.
Alkohol berlebihan serta penggunaan opioid dapat mengganggu sistem pencernaan dan memicu mual berkepanjangan. Pada sebagian orang, penggunaan ganja juga menimbulkan muntah berulang.
Menghentikan atau mengurangi konsumsi zat tersebut menjadi langkah penting untuk mencegah gejala berulang.
Perjalanan dengan mobil, kapal, atau pesawat sering memicu gangguan keseimbangan yang berujung pada mual. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dan cukup istirahat dapat membantu menurunkan risiko.
Jika mabuk perjalanan sering terjadi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.
Perut kosong terlalu lama meningkatkan produksi asam lambung dan memicu rasa mual. Jangan melewatkan waktu makan, terutama sebelum beraktivitas fisik atau olahraga.
Stres, rasa takut, dan kecemasan memengaruhi sistem pencernaan. Sensasi “kupu-kupu di perut” saat gugup dapat berkembang menjadi mual. Jika kecemasan mengganggu aktivitas harian, segera temui terapis atau konselor.
Penyakit seperti GERD, gastritis, tukak lambung, hingga pankreatitis sering menimbulkan mual berulang. Penanganan medis yang cepat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.
Mual juga bisa menjadi tanda gangguan jantung, pembekuan darah, gangguan otak, gula darah tidak stabil, dehidrasi, hingga masalah hati dan ginjal. Penderita diabetes yang tidak terkontrol berisiko mengalami gangguan pengosongan lambung yang memicu mual.
Segera periksa ke dokter jika mual berlangsung lama atau disertai nyeri hebat, muntah darah, sesak napas, dan penurunan berat badan. Diagnosis dini membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan. ***
Tidak ada komentar