Anggota Brimob Berinisial MS Diduga Menganiaya Siswa MTsN Arianto Tawakal Umur 14 Tahun hingga Meninggal Dunia dengan Menggunakan Helm (Instagram/makassardaenginfo) Cuitan.id – Kematian Arianto Tawakal (14), siswa MTsN di Kota Tual, Maluku, memicu kemarahan publik. Remaja tersebut diduga menjadi korban penganiayaan anggota Brimob berinisial MS.
Peristiwa terjadi Kamis, 19 Februari 2026, di Jalan RSUD Maren Hi Noho Renuat, Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual. Informasi yang beredar menyebut MS merupakan personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku.
Saksi menyebut terduga pelaku memukul Arianto menggunakan helm hingga korban terjatuh dari sepeda motor.
Arianto berboncengan dengan kakaknya, Nasri Karim (15), usai salat subuh. Saat melintas di sekitar RSUD Maren, terduga pelaku menghentikan mereka.
Nasri mengaku MS langsung mengayunkan helm ke arah kepala Arianto. Pukulan itu membuat korban terjatuh dan terseret beberapa meter di atas aspal. Arianto mengalami pendarahan dari mulut dan hidung serta benturan keras di bagian belakang kepala.
Keluarga membawa korban ke RSUD Karel Sadsuitubun. Tim medis menyatakan Arianto meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT.
Nasri juga mengalami patah tangan dan masih menjalani perawatan. Ia membantah tudingan balap liar dan menegaskan motor melaju lebih cepat karena kondisi jalan menurun.
Kasat Reskrim Polres Tual IPTU Aji Prakoso Trisaputra membenarkan penyidik menangani kasus ini. Polisi telah mengamankan MS untuk pemeriksaan intensif.
Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro menyatakan pihaknya menahan terduga pelaku di Rutan Polres Tual. Penyidik telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Irfan Marpaung menyampaikan bahwa Polres Tual memegang kewenangan penyampaian informasi lanjutan.
Anggota DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengecam dugaan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa anak di bawah umur. Ia menilai kasus ini menyangkut hak asasi manusia dan meminta penegakan hukum berjalan tegas dan transparan.
Warganet juga mendesak aparat mengusut tuntas perkara tersebut.
Ayah korban, Rijik Tawakal, meminta aparat membuka proses penyelidikan secara terang dan profesional. Keluarga berharap penegak hukum menindak pelaku sesuai aturan yang berlaku.
Hingga kini, penyidik terus mendalami kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Arianto Tawakal. Publik menanti hasil penyelidikan dan kepastian hukum atas insiden yang menyita perhatian nasional ini. ***
Tidak ada komentar